Kamis, 30 Desember 2021

JEJAK KISAH GEOLOGIS DAN ARKEOLOGIS DI SADANG

Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen - dalam perspektif Geologi - merupakan lokasi penting yang merekam fenomena geologis sekitar 80-120 juta tahun silam dimana lantai dasar Samudra Hindia berkedalaman 4 km terangkat akibat tumbukan lempeng Samudra Indo-Australia dan lempeng Benua Eurasia sehingga membentuk daratan Pulau Jawa.

Jumat, 24 Desember 2021

KEBUMEN DESEMBER 1937


Gedung Asisten Residen Kebumen

Petikan tiga judul berita berikut memotret kehidupan sosial dan keagamaan di Kebumen pada era kolonial. Dari petikan berita ini kita bisa "memasuki" suasana kebatinan masyarakat pada masa itu. Koran De Locomotief (7 Desember 1937) membuat laporan berita yang terpisah waktunya namun di bulan yang sama.

Senin, 20 Desember 2021

DI KETINGGIAN ALAM KEPUH

Dari lokasi Alam Kepuh Desa Wonodadi Kecamatan Buayan, kita bisa melihat landskap persawahan yang indah, jalan mengelok membelah desa, rimbun pepohonan menaungi pedesaan, bahkan samudra selatan yang memperlihatkan gelombang berkejaran dan sayup menggemakah gemuruh.

Senin, 13 Desember 2021

MENGENAL DOKTER YANG PERNAH BERTUGAS DI RUMAH SAKIT NIRMOLO KARANGANYAR

Jika di Kabupaten Kebumen tahun 1915 (diresmikan 1 Januari 1916) telah berdiri sebuah rumah sakit yang dirikan oleh De Zendingsarbeid der Friesche Gereformeed Kerken alias Badan Misi dari Gereja Reformasi  bernama Pandjoeroeng maka di Karanganyar dua tahun kemudian dibangun sebuah rumah sakit pribumi atas inisiatif Bupati Karanganyar yang terakhir yaitu Iskandar Tirtokusumo untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan masyarakat Karanganyar tahun 1919 dan diresmikan 15 Juni 1924 bernama Nirmolo (Teguh Hindarto, Wetan Kali Kulon Kali: Mengenang Kabupaten Karanganyar Hingga Penggabungan Dengan Kabupaten Kebumen 1936, 2021:107)

DI KETINGGIAN KEBUMEN UTARA


Barisan bukit membentang di utara

Bentangan pantai di selatan berlatar samudra

Kekayaan alam tersimpan untuk dikelola

Keragaman budaya memperkaya keduanya

Minggu, 12 Desember 2021

BENDUNGAN WADASLINTANG DI SELATAN WONOSOBO DI UTARA KEBUMEN: KISAH-KISAH YANG MEMBENTANG

Bendungan Wadaslintang dibangun tahun 1982 dan selesai 1988. Selain sebagai difungsikan sebagai penampung air juga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pariwisata dan kawasan memancing tidak ketinggalan tentunya.

Jumat, 10 Desember 2021

BENIH INJIL DI KEBUMEN (Short Story)


Foto oleh Nelly Worlding, 1933-1934

Akar jemaat Kristiani di Kebumen dapat dilacak dari beberapa sumber yaitu dari karya Pekabaran Injil orang Belanda perorangan dan organisasi Pekabaran Injil Belanda serta pribumi Jawa (Kiai Sadrach Soeropranoto), khususnya yang beraliran Protestan.

Jumat, 03 Desember 2021

WONOSOBO TEMPOE DOELOE: SEPENGGAL KISAH KABUPATEN DI PEGUNUNGAN (BERGREGENTSCHAP)

Memasuki kota Wonosobo, sebagaimana layaknya kota pegunungan (Gunung Sindoro dan Sumbing di Timur dan Gunung Prahu di utara) maka suasana sejuk mulai merayapi kulit dan begitu terasa bagi mereka yang biasa tinggal di kawasan kota dekat pantai yang lebih bersuhu panas. Alun-alun kota Wonosobo dihiasi tumbuhan menahun seperti beringin yang cukup rimbun. Masih terlihat jejak bangunan lama yang berkisah tentang Wonosobo kota lama seperti bangunan pendopo kabupaten yang dibangun tahun 1870 (Olivier Johannes Raap, Kota di Jawa Tempoe Doeloe, 2017:27). Paseban yang biasa dipergunakan untuk menerima tamu sebelum menghadap bupati masih terawat dengan baik pilar-pilarnya sekalipun telah berganti atap. Setiap bangunan lama dan infrastrukur yang masih dipelihara dengan baik menyimpan lembar demi lembar kisah bersejarah.

Senin, 29 November 2021

PURWOREJO, SEMASA MENJADI IBU KOTA KARESIDENAN BAGELEN

Berjalan-jalan mengelilingi kota Purworejo yang pernah menjadi ibu kota Karesidenan Bagelen pasca berakhirnya Perang Jawa (1830), maka banyak jejak-jejak pemerintahan lama baik Belanda maupun pribumi Jawa. Peninggalan tersebut berbentuk bangunan pemerintah, sekolah, garnisun militer, rumah sakit militer, pemakaman (kerkhof), masjid, pendopo kabupaten dll.

Kamis, 25 November 2021

MENCARI LEMAH ASIN DI SOKA DAN KELANJUTAN KISAH GUA KIDANG DALAM CATATAN KOLONIAL

Ada sebuah buku yang menarik dalam bahasa Belanda dengan judul, De Javaansche Geestenwereld (Dunia Roh Orang Jawa) karya Van Hien yang diterbitkan pada tahun 1910. Jika melihat isi babnya berupaya memotret realita sistem kepercayaan yang berkembang di masyarakat Jawa baik Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagaimana keterangan dalam sampulnya tertulis dalam bahasa Melayu sbb, “Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan”

Rabu, 24 November 2021

MEMBACA MASA LALU KOTA KUTOARJO MELALUI PENDOPO DAN EKS RUMAH BUPATI KUTOARJO SEMASA KOLONIAL

Berjalan-jalan dan melihat-lihat kota Kutoarjo, menjadi teringat dengan kota Karanganyar. Keduanya memiliki nasib yang serupa. Dihapuskan statusnya sebagai kabupaten di era kolonial karena krisis ekonomi dunia yang mengharuskan penghapusan sejumlah regentschap (kabupaten) dan digabungkan dengan regentschap (kabupaten lain). Kutoarjo dihapuskan status kabupatennya tahun 1933 da digabungkan dengan Kabupaten Purworejo tahun 1934 (Teguh Hindarto, Resesi Ekonomi Dunia Yang Menghantarkan Penghapusan Kabupaten di Jawa - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2021/02/resesi-ekonomi-dunia-yang-menghantarkan.html) sementara Karanganyar dihapuskan tahun 1935 dan digabungkan dengan Kabupaten Kebumen tahun 1936 (Teguh Hindarto, Nasib Kabupaten Karanganyar di Penghujung Desember 1935 - http://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2020/12/nasib-kabupaten-karanganyar-di.html).

Kamis, 11 November 2021

BRECONG (BAGIAN KEDUA): PENEMUAN STRUKTUR BANGUNAN DAN LANTAI DIDUGA PESANGGRAHAN ERA ARUNG BINANG VII

Tanggal 2 Juli 2021, penulis menerima pesan singkat agar meninjau dan memberikan penilaian terhadap sebuah penampakan batu bata merah berbalut semen putih campuran di hamparan pasir beberapa ratus meter dari bibir pantai Brecong.

Selasa, 09 November 2021

KEBUMEN DAN KOPI BERACUN 1929

Tahun 2016 lalu tepatnya tanggal 6 Januari 2016 masyarakat Indonesia digemparkan oleh sebuah peristiwa pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin. Perempuan berusia 27 tahun itu tewas setelah menyeruput segelas es kopi Vietnam di Kafe Oliver, Grand Indonesia, Jakarta. Polisi kemudian menetapkan teman Mirna, Jessica Wongso, sebagai tersangka. Akhirnya majelis hakim memvonis Jessica 20 tahun penjara.

PURANGGA (PERTEMPURAN KARANGGAYAM)

Perjanjian Linggarjati (25 Maret 1947) dilanggar Belanda. Agresi Militer I dimulai (21 Juli 1947). Sejumlah pertempuran terjadi di wilayah Kebumen dan Karanganyar. Tepatnya 19 Agustus 1947, Jumat Pon, satu batalyon pasukan Belanda yang berkedudukan di Gombong menyerang Batalyon 62 TNI di Kajoran, Karanggayam.

Minggu, 07 November 2021

JEJAK-JEJAK KOPI DI KAWASAN UTARA KEBUMEN ERA KOLONIAL

That cup of coffee you sip at your breakfast table, desk, or cafe´ comes from far away (Secangkir kopi yang Anda minum di meja sarapan, meja, atau kafe´ datang dari jauh) demikian tulis Steven Topik and William Gervase Clarence-Smith dalam sebuah pengantar berjudul, Coffee and Global Development  dalam buku berjudul, The Global Coffee Economy in Africa, Asia, and Latin America, 1500–1989 (Cambridge University Press 2003:1). Bagaimana kira-kira cerita kopi di wilayah Kebumen era kolonial?

Dalam laporan Residen Banyumas, G.de Seriere (1832-1837), pelabuhan Cilacap menjadi kawasan ekspor dan impor. Adapun komoditas ekspor utama adalah kopi (11.233 pikol), tembakau (650 pikol) dll.  Salah satu penyumbang komoditas kopi dari Karesidenan Bagelen adalah Sadang dan Alian di Regentschap (kabupaten) Kebumen. Sadang, menyumbang komoditas kopi sebesar 180 pikol (1882), 100 pikol (1883), 280 pikol (1884). Adapun Alian menyumbang komoditas kopi sebesar 50 pikol (1882), 450 pikol (1883), 280 pikol (1884), demikian kajian Susanto Zuhdi, Cilacap 1830-1942: Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan di Jawa (2016:9,21).

Kamis, 09 September 2021

SUASANA GOMBONG MENURUT TESTIMONI 1898: DARI FORT COCHIUS DAN PUPILLEN SCHOOL HINGGA MILITAIRE HOSPITAL

Benteng segi delapan yang kita kenal saat ini dengan nama Benteng Van Der Wijck yang berlokasi di Gombong adalah penamaan baru di tahun 2000 ketika benteng tua tidak terawat ini dialihfungsikan sebagai wahana wisata. Nama asli benteng ini sejak era kolonial adalah Fort CochiusKeberadaan Fort Cochius sendiri telah disebutkan dalam artikel berjudul, Het Defensiewezen op Java (De Locomotief 24 dan 27 Desember 1880) yang merupakan sebuah benteng yang dibangun di Gombong pada tahun 1839 sebagai sebuah perubahan dari benteng stelsel menjadi benteng permanen pasca Perang Jawa (Teguh Hindarto, Dari Fort Cochius Hingga Bukit Kedoya, Materi Presentasi Historical Study Trips, 27 Juni 2021).

Minggu, 22 Agustus 2021

MENGENAL STAATBLAD NO 629 TAHUN 1935 DAN STAATBLAD NO 62 TAHUN 1936

 

Ada apa dengan kedua staatblad (lembaran negara) ini sehingga haris dikenal dan diketahui khususnya oleh masyarakat Kebumen? Karena kedua staatblad ini memberikan status hukum bagi penghapusan Karanganyar sebagai sebuah kabupaten yang berdiri menggantikan administrasi lama Remo Jatinegara, pasca Perang Jawa  berakhir (1830-1935) dan penetapan status baru Kebumen sebagai sebuah kabupaten yang  berdiri menggantikan administrasi lama Panjer, pasca Perang Jawa  berakhir (1830-1935).

Sabtu, 07 Agustus 2021

MENGIDENTIFIKASI SEJUMLAH BANGUNAN KOLONIAL DI KOTA GOMBONG

Di era kolonial, Gombong merupakan sebuah district (kawedanan) yang berada di bawah regentschap (kabupaten) Karanganyar. Gombong identik dengan kota militer karena dihubungkan dengan keberadaan sebuah benteng bernama Fort Cochius (sejak tahun 2000 menjadi benteng Van der Wijck) dan barak-barak militer. Pada tanggal 1 Januari 1936, Kabupaten Karanganyar (di mana Gombong berada di dalamnya) digabungkan menjadi sebuah kecamatan di kabupaten Kebumen.

Rabu, 04 Agustus 2021

ORANG GILA MENGAMUK DI KUTOARJO 1938


Di kota Koetoardjo di bagian selatan karesidenan Kedoe, hari ini terjadi sebuah drama berdarah (bloedig drama), yang menelan korban jiwa seorang Jawa, sementara komandan detasemen polisi lapangan di tempat itu, inspektur polisi Lemont, memulai petualangan yang berbahaya. Berikut ini kejadiannya, demikianlah pembuka sebuah laporan peristiwa kriminal berjudul, Bloedig Drama in Koetoardjo (Drama Berdarah di Kutoarjo) yang dimuat surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad (13 September 1938).

RIJSTAFEL DAN MENU KULINER PERTEMUAN DUA BUDAYA

Sejak Bangsa Belanda datang ke Nusantara maka terjadi sebuah kontak budaya yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pertemuan saling silang budaya ini terbalut dalam konteks dan bingkai kolonialisme. Djoko Soekiman menyebut pertemuan dua budaya ini sebagai “Kebudayaan Indis”, “Yaitu kebudayaan campuran yang didukung oleh segolongan masyarakat Hindia Belanda” (Kebudayaan Indis dan Gaya Hidup Masyarakat Pendukungnya di Jawa Abad XVIII-Medio Abad XXI, Bentang Budaya, 200:39).

Minggu, 01 Agustus 2021

AMUK DAN KERUSUHAN DI SANGUBANYU (KUTOARJO) 1918

Sumber: Amok, Amok, Amok - Javapost.nl

Sebuah peristiwa kerusuhan singkat pernah terjadi di salah satu desa di Kutoarjo pada tahun 1918, saat masih menyandang status regentschap (kabupaten) di bawah kepemimpinan R.A.A. Poerbohadikoesoemo. Lokasi peristiwa berada di desa Sangoebanjoe (Sangubanyu). Tokoh utama yang menjadi sorotan bernama Kario Taroena. Tanggal peristiwa, 10 Agustus 1918.

Rabu, 28 Juli 2021

GENTING ABOENGAMAR DI SOKKA DAN TICHELWERKEN DI KEBOELOESAN

Siapa yang tidak mengenal produk genting Sokka di Kebumen? Kualitasnya telah dikenal sampai keluar kota Kebumen. Keberadaan pabrik pembakaran batu bata dan genting di Sokka tidak bisa dilepaskan dari satu nama yang sangat dikenal dan sering disebutkan di media massa berbahasa Belanda yaitu Aboengamar. Hari ini beberapa tempat pembakaran genting (tobong) berdiri di sekitar Sokka Kebumen yang tidak selalu berkaitan dengan nama Aboengamar.

Selasa, 27 Juli 2021

MELIHAT KEHIDUPAN SOSIAL DI KEBUMEN MELALUI KARYA LITOGRAFI 1852

Sebuah karya litografi (teknik pencetakan yang didasarkan pada penciptaan gambar tertentu dengan menggunakan batu berkapur atau dengan pelat logam yang dengannya berbagai jenis desain kreatif dapat dibuat dan dalam beberapa kasus diimprovisasi) paling dini mengenai kehidupan sosial masyarakat Kebumen di tahun 1852 dengan diberi keterangan A Village Near Kebooman, dimuat dalam sebuah buku berjudul,  Rambles in Java and the Straits  in  1852 (1853).

Minggu, 04 Juli 2021

BRECONG (BAGIAN PERTAMA): JEJAK JAKA SANGKRIP DAN SYUKURAN ARUNG BINANG VII MENERIMA GOUDEN STER

Pada hari Minggu tanggal 10 di Bretjong, salah satu pantai selatan yang berjarak 12 pal dari Keboemen, sebuah pesta besar diadakan untuk menghormati bupati oleh masyarakat kecamatan (onder district) Boeloespesantren. Pesta yang dimulai pukul 10 sangat sukses. Banyak wanita dan pria dari kota mendatangi pesta perayaan tersebut, demikian sebuah berita berjudul, R. A. Aroengbinang Gehuldigd (R.A. Aroengbinang Menerima Penghormatan) yang dimuat surat kabar De Locomotief (21 Januari 1927) mengawali laporannya.

Selasa, 08 Juni 2021

GEREJA BERLONCENG KUNING DI KAMPUNG TUDUNG

 

Setelah melewati Pasar Gamblok, berbelok ke timur memasuki jalan desa dengan hamparan sawah menghijau di kanan dan kiri, berdiri sebuah gapura megah bertuliskan, Desa Wisata Kampung Tudung, Grujugan. Beberapa ratus meter kita akan melihat sejumlah hiasan anyaman topi bambu yang digantung di sepanjang jalan serta sejumlah spot berfoto dengan latar belakang topi bambu.

Sabtu, 29 Mei 2021

PENDUDUK KABUPATEN AMBAL TAHUN 1867 DAN KORELASINYA DENGAN JALAN YANG MENGHUBUNGKAN KARESIDENAN BAGELEN DAN KARESIDENAN BANYUMAS

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul, Berapa Gaji Bupati Ambal dan Pegawai Pemerintahan Lainnya di Tahun 1872? Sebuah Skema Anggaran Yang Dibatalkan (https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2021/05/berapa-gaji-bupati-ambal-dan-pegawai.html) penulis menyajikan data penting mengenai skema gaji pejabat publik termasuk asisten residen dan bupati Ambal pada tahun 1872. Namun dikarenakan kewafatan R.A.A. Poerbonegoro pada tahun 1871 dan tidak ada kepemimpinan yang melanjutkan maka tahun 1872 kabupaten Ambal dihapuskan dan wilayahnya dibagi menjadi milik Kutoarjo, Kebumen dan Karanganyar.

Senin, 10 Mei 2021

KANTOR POS DAN RUMAH A.S.I.B DI KEBUMEN

Heden begint de verkoop van de Asib weldadigheidszegels aan het postkantoor (Hari ini penjualan perangko amal Asib di kantor pos dimulai), demikianlah bunyi sebuah artikel berita berjudul, Een Model Inladsch Armenhuis (sebuah model rumah perawatan orang miskin pribumi) yang dimuat oleh harian surat kabar, De Locomotief (1 Desember 1937). Berita tersebut melaporkan keberadaan sebuah oranisasi di Kebumen yang melayani orang-orang yang tidak mampu dan para pengemis serta gelandangan.

Minggu, 09 Mei 2021

BERAPA GAJI BUPATI AMBAL DAN PEGAWAI PEMERINTAHAN LAINNYA DI TAHUN 1872? Sebuah Skema Anggaran Yang Dibatalkan

Dalam artikel sebelumnya kita telah menelusuri dan melacak keberadaan kabupaten Ambal semasa era kolonial di bawah pemerintahan Poerbanegara (Teguh Hindarto, KRAA. Poerbonegoro dan Nasib Historis Penghapusan Kabupaten Ambal 1872 - http://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2019/09/kraa-poerbonegoro-dan-nasib-historis.html).

Senin, 26 April 2021

ALUN-ALUN KEBUMEN: DARI MONUMEN WILHELMINA, JAM KOTA, PENANAMAN BERINGIN SERTA AKTIVITAS SOSIAL BUDAYA SEMASA KOLONIAL

Alun-alun bukan sekedar sebuah pelataran luas dengan bentuk bujur sangkar melainkan sebuah lokasi yang memiliki makna dan fungsi serta filosofi tersendiri berkaitan dengan keberadaan kraton (kerajaan) dan wilayah bawahan (kadipaten).

Kamis, 01 April 2021

SIAPAKAH R.A.A. SOSROHADIPRODJO BUPATI WONOSOBO YANG DIMAKAMKAN DI KEBEJEN, KEBUMEN?

Terletak sekitar 250 meter dari Stasiun Kutowinangun, berdiri sebuah makam bernama Makam Arung Binang Kebejen. Makam ini adalah kompleks makam keluarga Arung Binang dan keturunannya yang ada di Dusun Kebejen, Desa Kuwarisan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen. 

Selasa, 16 Maret 2021

GEDUNG ASISTEN RESIDEN KEBUMEN (DULU DAN KINI)

Sebuah berita dengan judul, De Uitreiking van den Gelen Songsong aan den Regent van Keboemen  (Upacara Penghargaan Songsong Kuning Untuk Bupati Keboemen) dimuat harian De Sumatra Post (24 Oktober 1922) melaporkan sbb:

Kamis, 04 Maret 2021

SITI SEWU DAN NUMBAK ANYAR: MEMAHAMI PEMBAGIAN WILAYAH DI BAGELEN SEBELUM DAN SESUDAH PERJANJIAN GIYANTI SERTA PENEMPATAN DINASTI ARUNG BINANG DI KEBUMEN

Dalam artikel sebelumnya (Teguh Hindarto, Berita Koran/Buku/Jurnal Semasa Kolonial Sebagai Sumber Data - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2021/02/berita-koranbukujurnal-semasa-kolonial_17.html), penulis telah meyakinkan pembaca khususnya mereka yang meminati pengkajian sejarah era kolonial untuk tidak berprasangka negatif dan menjauhi sumber-sumber dokumen yang dikumpulkan oleh pemerintahan Belanda baik dalam bentuk surat keputusan (besluit), lembaran negara (staatblad), surat kabar, jurnal, majalah, buku-buku bertema sejarah ataupun laporan geologis dll.

Senin, 01 Maret 2021

DARI DOKAR HINGGA MOBIL: MELACAK PERKEMBANGAN TRANSPORTASI DI KEBUMEN

Sebelum ada alat transportasi modern bernama mobil dan motor, kendaraan masyarakat di Kebumen saat itu adalah dos a dos atau dokar. Dalam sebuah iklan koran yang melaporkan keberadaan pemandian air panas Krakal di Alian, Kebumen pada tahun 1890 oleh surat kabar De Locomotief (1 Desember 1890) telah menyebutkan alat transportasi dos a dos alias dokar untuk menghantar ke lokasi. Kemungkinan kendaraan motor dan mobil masuk Kebumen sekitar tahun 1920-an.

Kamis, 25 Februari 2021

PASAR TUMENGGUNGAN


Di era kolonial, sebelum pasar Tumenggungan dibangun, sudah teridentifikasi sejumlah pasar di wilayah Kebumen al., Pasar Dorowati yang dibangun dengan menghabiskan biaya  10.860 florin pada tahun 1926. Pasar Petanahan dibangun dengan menghabiskan biaya  32.600  florin dan Pasar Kritik dibangun tahun 1920.

TAYUBAN DAN KESENIAN DI KEBUMEN SEMASA KOLONIAL

Jika saat ini kita mengenal sejumlah seni tarian lokal mencuat dan mulai dikenali publik Kebumen seperti Cepetan, Dangsak, Ebleg (tari Lawet pernah berjaya tahun 1989-1995 namun kini redup) dan praktik seni budaya lainnya, bagaimana kesenian yang berkembang di Kebumen semasa kolonial?

Rabu, 17 Februari 2021

BERITA KORAN/BUKU/JURNAL SEMASA KOLONIAL SEBAGAI SUMBER DATA

Jika ingin mengetahui situasi lokasi-lokasi yang disinggahi dan menjadi area konflik di saat Perang Jawa (1825-1830) termasuk di wilayah Bagelen Barat (di mana Kebumen termasuk di dalamnya) maka dapat membaca Geschiedenis van den Oorlog op Java van 1825 tot 1830 (1856) karya J. Hageman. Nama-nama desa seperti Sadang, Loning, Ambal, Panjer, Kebumen, Kemit, Remo Jatinegara, Petanahan, Karangbolong dll. disebutkan dengan jelas dalam buku tersebut.

Selasa, 16 Februari 2021

MENUJU LORONG WAKTU KARANGANYAR SEMASA KOLONIAL

Pasca Perang Jawa berakhir (1825-1830), Bagelen diubah statusnya dari mancanegara kilen milik kasultanan (Yogyakarta) dan kasunanan (Surakarta) menjadi milik Belanda dan dijadikan Karesidenan Bagelen.

Sabtu, 06 Februari 2021

RESESI EKONOMI DUNIA YANG MENGHANTARKAN PENGHAPUSAN KABUPATEN DI JAWA


Prof. Rhenald Kasali pernah menuliskan sebuah buku dengan judul Disruption (2017) untuk menggambarkan dampak perkembangan teknologi informasi yang menyebabkan great shifting (pergeseran besar-besaran) dimana sejumlah kegiatan usaha akan mengalami kehilangan relevansi akibat perubahan yang disebabkan teknologi informasi.

Jumat, 05 Februari 2021

GETHEK DAN BRUG (JEMBATAN) DI PEJAGOAN


Jika Jembatan Sungai Luk Ulo tidak dibangun, maka untuk mencapai Pejagoan dari Kebumen harus memutar melewati Jembatan Tembana (sekitar 3 km). Sebelum 1 Januari 1936, Pejagoan adalah sebuah distrik (kawedanan) di bawah regentschap (kabupaten) Karanganyar.

KABURNYA RAJA RAMPOK DARI PENJARA KEBUMEN 1939 DAN 1940


Ada dua peristiwa anomali di Kebumen pada tahun 1939 dan 1940. Beberapa tahun sebelum Jepang menguasai wilayah karesidenan Banyumas dan Kedu (di mana Kabupaten Kebumen berada). 

Jumat, 22 Januari 2021

RUMAH SAKIT PANDJOEROENG KEBUMEN DAN KISAH MBOK MINAH

Tahun 1902 telah berdiri sebuah hulphospitaal (rumah sakit pembantu) di desa Krakal, dekat pemandian air panas berkat jasa Ds Baker yang berkarya di Gereja Misi Friesche (kelak menjadi Gereja Kristen Jawa) dari tahun 1901-1906. Rumah sakit ini dibeli oleh Ds. Baker dengan harga f 500 baik dari sumbangan pemerintah maupun uang pribadinya sebesar f 1000. Ds. Baker mempercayakan pengelolaan rumah sakit ini pada Dikoen dan Eliezer. Saat pertama dibuka telah menerima 40 pasien (Schetsen en Herinneringen, 1925:57).

Selasa, 12 Januari 2021

KEMERIAHAN DI ALUN-ALUN KARANGANYAR DAN PERLOMBAAN BALAPAN SEPEDA TAHUN 1935

Dua bulan menjelang penghapusan status Karanganyar sebagai kabupaten, pada bulan oktober 1935 terjadi keramaian luar biasa di Karanganyar khususnya di alun-alun. Sebuah berita berjudul, De Faroka Sportwedstrijden te Karanganjar menuliskan, "Antusiasme yang tinggi (groote animo) terhadap perlombaan olahraga yang diselenggarakan oleh N. V. Faroka di bawah arahan Bapak E. Steevensa, untuk kepentingan Pasar Malem Dari divisi Asib yang baru dibentuk" (Algemeen Handelsblad, 29 Oktober 1935).

GROT BIJ IDJO (GUA DEKAT IJO) ALIAS GUA JATIJAJAR: PESONA TEMPAT PESIAR YANG TIDAK PUDAR

Dalam artikel (2018) sebelumnya saya telah menulis mengenai keberadaan sejumlah grafiti -berupa tulisan tangan berisikan nama dan tahun-yang tersemat di atas dinding guna-guna Jatijajar (Membaca Grafiti di Gua Jatijajar - http://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2018/12/membaca-grafiti-di-gua-jatijajar.html?m=1). Tulisan kali ini akan memperdalam keberadaan gua yang sudah dikenal di era kolonial ini.

Minggu, 10 Januari 2021

SARANG WALET, RATU KIDUL, KARANGBOLONG

Pengunduhan sarang walet di  kawasan Karang Bolong telah dikenal lama.  Setidaknya tahun 1847 sudah ada berita mengenai keberadaan sarang burung walet dan Karangbolong. Sebelum tahun 1936, Karangbolong masuk distrik dari Kabupaten Karanganyar.