Jumat, 24 Desember 2021

KEBUMEN DESEMBER 1937


Gedung Asisten Residen Kebumen

Petikan tiga judul berita berikut memotret kehidupan sosial dan keagamaan di Kebumen pada era kolonial. Dari petikan berita ini kita bisa "memasuki" suasana kebatinan masyarakat pada masa itu. Koran De Locomotief (7 Desember 1937) membuat laporan berita yang terpisah waktunya namun di bulan yang sama.

Berita pertama berjudul, Het Kampvuur Van Tri Dharma (Api Ungun Tri Darma). Berita ini melaporkan sebuah kegiatan kepanduan (kelak kepramukaan) yang berpusat di Christelijke Hollandsch Chinesche School (HCS) atau kalau sekarang eks SMA Masehi. Kegiatan kepanduan pada tahun 1928-1935 ada yang bernafaskan kebangsaan seperti Pandvinder Organitatie Pasundan (POP), Sinar Pandu Kita (SPK), Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI) dan ada yang bernafaskan keagamaan seperti Pandu Ansor, Islamitische Padvinders Organitatie (IPO), Kepanduan Azas Katolik Indonesia (KAKI), Tri Darma (Kristen). Nah, Tri Darma yang berkegiatan di HCS Kebumen merupakan kepanduan berbasiskan keagamaan Kristen.


De Locomotief, 7 Desember 1937

Pada kegiatan Kamis malam tersebut dilaksanakan pelantikan pengurus dan kegiatan api ungun (kampvuur). Nampak dalam berita tersebut kepala sekolah HCS yaitu Antheunissen hadir dan memberikan sambutan. Bupati Kebumen, Arung Binang VIII dan istri nampak hadir dan mengikuti kegiatan api ungun. Pengurus baru dilantik oleh Ds (pendeta) Korvinus dan kegiatan diselingi dengan tarian dan nyanyian.


Christelijke Hollandsch Chineesche School

Berita kedua berjudul, Lebaran. Jika surat kabar ini bertanggal 7 Desember 1937 maka perayaan Iedul Fitri alias Lebaran bisa dilaksanakan sebelumnya. Dilaporkan bahwa di penutupan bulan puasa, masyarakat Kebumen yang beragama Islam merayakan malam Iedul Fitri dengan meriah dengan banyaknya kembang api (vuurwerk). Paginya pendopo kabupaten sangat ramai dikunjungi orang termasuk orang-orang Eropa beserta istrinya yang memberikan selamat kepada bupati Kebumen yang sedang merayakan hari raya.


De Locomotief, 7 Desember 1937

Berita ketiga berjudul, Het Bezoek Van Sint Nicoolas (Lawatan Santa Klaus). Disebutkan pada Sabtu malam adanya lawatan Santa Klaus dan Piter Pit untuk membagi sejumlah hadiah di beranda belakang gedung Asisten Residen Kebumen (sekarang kantor Bupati Kebumen). Santa Klaus mengendarai kendaraan terbuka dari Hotel Juliana (sekarang di atas tanah di mana Hotel Juliana pernah berdiri telah berdiri bangunan Bank Jateng. Tentang kisah Hotel Juliana dapat membaca artikel saya berjudul, Melacak Jejak Hotel Juliana di Kebumenhttps://www.qureta.com/post/melacak-jejak-kisah-hotel-juliana-di-kebumen)

Rombongan Santa Klaus keluar dari Hotel Juliana didahului arak-arakan penyanyi dan pawai obor menuju Gedung Asisten Residen melewati alun-alun. Pak Koesnoen memberikan sambutan dan selamat datang kepada Santa Klaus dan setelah itu anak-anak mendapatkan orange crush dan speculaas (mungkin sejenis biskuit) serta sejumlah hadiah.


Hotel Juliana

Setelah sesi foto berakhir, maka Santa Klaus dan Piter Piet berpamitan dan berjanji tahun depan akan kembali lagi. Rombongan Santa Klaus kembali menuju Hotel Juliana. Setelah anak-anak berebut mengambil hadiah yang ditinggalkan Santa Klaus di belakang Gedung Asisten Residen, waktu telah menunjukkan pukul 21.00 dan anak-anak kembali pulang ke rumah masing-masing.

Era kolonial di Kebumen ternyata menyimpan berbagai kisah dan kehidupan sosial budaya serta sosial keagamaan yang cukup dinamis. Iedul Fitri yang hampir bersamaan dengan Natal dirayakan dengan meriah. Orang-orang Belanda berkunjung memberikan selamat hari raya kepada bupati. Santa Klaus dapat berbaur dengan anak-anak yang bukan hanya Eropa tapi non Eropa. 

Kiranya harmonitas relasi umat beragama tetap terjaga lestari di kota Kebumen dan satu sama lain saling menghormati serta mengisi ruang-ruang publik untuk kemajuan kota yang semakin modern dan demokratis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar