Senin, 20 Desember 2021

DI KETINGGIAN ALAM KEPUH

Dari lokasi Alam Kepuh Desa Wonodadi Kecamatan Buayan, kita bisa melihat landskap persawahan yang indah, jalan mengelok membelah desa, rimbun pepohonan menaungi pedesaan, bahkan samudra selatan yang memperlihatkan gelombang berkejaran dan sayup menggemakah gemuruh.

Kecamatan Buayan, bersama Kecamatan Ayah dan Kecamatan Rowokele termasuk wilayah yang dilewati perbukitan yang termasuk kawasan karst Gombong selatan. Selain perbukitannya, Kawasan Karst Gombong Selatan juga kaya akan fenomena karst lainnya yang sangat khas, yaitu memiliki 182 Gua, dua telaga karst, sungai bawah tanah, ponor (lokasi di mana aliran permukaan seluruhnya atau sebagian mulai menjadi aliran bawah permukaan yang terdapat pada batugamping), air terjun dan beberapa mata air.

 

Di era kolonial, ketika Karanganyar dan Kebumen masih menjadi regentschap (kabupaten) yang berdiri sendiri, Buayan di tahun 1920-an berstatus onderdistrict (kecamatan) di bawah district (kawedanan) Gombong regentschap (kabupaten) Karanganyar. Di tahun 1930-an Buayan berstatus onderdistrict (kecamatan) di bawah district (kawedanan) Rowokele regentschap (kabupaten) Karanganyar.

Ketika Karanganyar dihapuskan sebagai kabupaten tahun 1935 dan digabungkan dengan Kebumen tahun 1936, Buayan berstatus onderdistrict (kecamatan) di bawah district (kawedanan) Gombong regentschap (kabupaten) Kebumen.

Surat kabar Het Nieuws (5 November 1919) melaporkan ketika sebuah komisi militer di bentuk untuk menyediakan pasokan air bagi garnisun militer di Gombong. Ada dua lokasi yang akan dijadikan sumber mata air yaitu Buayan (sekitar 7 paal di selatan Gombong) atau Sempor (sekitar 6 paal utara Gombong)

Mungkin karena faktor jarak, akhirnya yang dipilih adalah Sempor di mana terletak semporbron (mata air Sempor) milik pengusaha mantan militer bernama Rapaport. Bagi yang belum pernah mendengar nama Rapapport dapat membaca artikel saya berjudul, Mengenal Chaskel Rapapport (https://www.qureta.com/post/mengenal-chaskel-rapaport)

Terlepas yang dipilih Sempor namun jelas bahwa posisi Buayan sejak era kolonial menjadi pusat-pusat penyimpanan air alam yang dapat memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak. Keberadaan perbukitan karst menjadi sistem penampungan air yang melimpah bahkan hingga masa kini

Dari hasil percakapan dengan pengelola bakal kawasan wisata Alam Kepuh, sumber air tanah melimpah bahkan di musim kemarau sekalipun tidak mengalami kekeringan. Bahkan ada yang tidak memasang pompa penyedotpun air tanah mengalir dengan kuat ke permukaan.

Keindahan alam bisa menjadi sebuah komoditas (nilai jual) ketika dikelola dengan manajemen pengelolaan yang baik. Termasuk infrastruktur yang baik yang menghubungkan sebuah destinasi. Namun dibalik keindahan alam tersimpan potensi penopang kehidupan termasuk air tanah yang harus dijaga dan dilindungi bersama agar keberlangsungan kehidupan dapat terus berjalan. Dengan demikian, mengelola keindahan alam menjadi sebuah nilai jual harus seiring dan berbanding lurus dengan menjaga potensi penopang kehidupan di sekitarnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar