The Past is the Key to the Present - Masa Lalu Kunci Memahami Masa Kini (Cat: Jika Anda mengutip sebagian atau seluruhnya dari artikel di blog ini, dengan hormat silahkan dicantumkan pada artikel yang ditulis)
Kamis, 24 Februari 2022
MENGENANG KARANGANYAR KETIKA BERSTATUS REGENTSCHAP (KABUPATEN)
Minggu, 13 Februari 2022
JEJAK SISTEM KEPERCAYAAN HINDU KUNO DI PESISIR SELATAN KEBUMEN
Dalam artikel berjudul, Sistem Sosial dan Keagamaan Masyarakat Megalitik dan Hindu Kuno di Lima Wilyah Kecamatan di Kabupaten Kebumen, saya dan seorang kolega peneliti telah mengidentifikasi sejumlah penampakkan lapisan kepercayaan kuno yang pernah tinggal di wilayah yang sekarang disebut kabupaten Kebumen. Lapisan kepercayaan kuno tersebut adalah agama Hindu mazhab Siwa dan kepercayaan kepada arwah nenek moyang. Jika kepercayaan Hindu ditandai dengan keberadaan lingga dan yoni atau patung ganesha maka kepercayaan terhadap arwah leluhur ditandai dengan sejumlah peninggalan megalitikum.
Sabtu, 05 Februari 2022
SEJARAH DALAM SEBUAH BUKU BERGAMBAR
Buku dengan judul, Sebuah Pendopo di Lembah Serayu: Kisah Keluarga Bupati Banyumas Jaka Kaiman Hingga Gandasubrata karya Ratmini Soedjatmoko Gandasubrata (kelahiran 1925) ini saya nilai berhasil mengomunikasikan kisah dalam Babad Banyumas dan buku-buku sejarah Banyumas dengan cara yang menarik, singkat, padat, mudah dimengerti yaitu melalui sebuah cerita bergambar (tidak sepenuhnya bersifat komik) yang tidak terlalu tebal (kecuali sampulnya yang tebal dan menarik). Dalam tempo beberapa jam buku ini dapat diselesaikan sehingga 1 gelas kopi panas rasanya memadai menemani membaca buku ini.
Senin, 31 Januari 2022
BENDUNG BEDEGOLAN: SAKSI BISU PENATAAN IRIGASI ERA KOLONIAL
Jika kita menyusuri sepanjang jalan di desa Jlegiwinangun Kecamatan Kutowinangun terus ke utara hingga maka kita akan melihat saluran irigasi yang mengalirkan air dengan bersih dan limpah di sepanjang jalan. Barisan sawah-sawah menghijau di kiri dan kanan jalan memanjakan perjalanan dan mengurangi rasa penat dan kelelahan. Beberapa orang memanfaatkan air saluran irigasi untuk mandi dan mencuci pakaian sementara anak-anak kecil melompat dan menceburkan dirinya ditimpa gelak tawa temannya yang lain.
Rabu, 26 Januari 2022
SOKA DARI MASA KE MASA
Nama Soka/Sokka saat ini dihubungkan dengan sebuah ruas jalan yang menghubungkan antara Pejagoan hingga Sruweng (Jl. Raya Sokka, menurut keterangan google map) dan Pejagoan ke Petanahan (Jl. Raya Sokka Petanahan, menurut google map) dan sebuah produk genteng yang bernama Sokka serta sebuah eks Stasiun bernama Sokka.
Minggu, 23 Januari 2022
KAWRUH JIWA
Anggenipun tumindak ngupados semat mboten ngaja-aja, inggih namung sabutuhe, saperlune, sabenere, samestine, satjukupe, sakepenake, dipun tjekak sanem mboten rerebatan, raosipun tatag, tentrem, mboten rerebatan semat, mahanani wonten ing masjarakat tijang-tijang sami gujup rukun (...dalam bertindak mencari kekuasaan tidak berkelebihan, hanya sebutuhnya, seperlunya, sebenarnya, semestinya, secukupnya, seenaknya, disingkat enam sa, tidak saling berebut, rasanya pun tenang, tentram, tidak berebut kekuasaan. Dalam kehidupan bermasyarakat orang-orang merasa bersaudara, rukun dan aman), demikian kutipan ajaran Kawruh Jiwa dari Ki Ageng Suryomentaram oleh Ki Pronowidigdo dalam Tjandrwarti Dudu Kowe Tahun III No 5 Mei 1955, hal 4-6.
Rabu, 12 Januari 2022
PENYUSUTAN PENDUDUK DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 1843-1848
Karesidenan Bagelen (1831-1900) yang memiliki 5 regentschap (kabupaten) yaitu Ledok (Wonosobo), Purworejo, Kutoarjo, Ambal, Kebumen, Karanganyar pernah mengalami penyusutan jumlah penduduk cukup parah dari tahun 1843-1848. Penyebabnya adalah munculnya epidemi demam syaraf (epidemie van bilieus nerveuse koorsten).