Senin, 10 Oktober 2022

MELIHAT KEBUMEN DAN GOMBONG DALAM BUKU "GIDS VOOR AMBTENAREN" 1910

Ketika kita melihat berbagai jejak kehidupan masa lalu di kota kita – baik dalam bentuk bangunan rumah pribadi, bangunan kantor, pabrik, jembatan, monumen yang keseluruhannya memperlihatkan sifat lawas – mungkin kita sempat bertanya, bagaimana sich kehidupan di masa lalu di saat sejumlah bangunan atau struktur lawas tersebut masih baru dan difungsikan?

Rabu, 28 September 2022

DARI PILLBOX JEPANG, KISAH NGAYAH, ARTEFAK LINGGA YONI HINGGA BUKIT POLENG

Historical Study Trips (HST) kembali mengadakan kegiatan study trip atau wisata edukasi sejarah dengan berjalan-jalan menuju obyek yang dipilih. Kegiatan study trip sesi ke-8 kali ini mengambil tema, Jejak Jepang di Bukit Gajah, Argopeni yang terletak di Kecamatan Ayah.

Minggu, 21 Agustus 2022

LOKIDANG KETIKA MENJADI BAGIAN REGENTSCHAP KARANGANYAR

Pasca Perang Dunia II berakhir akses jalan di Amerika tidak memadai dengan jumlah pertumbuhan kendaraan yang pesat. Melihat kenyataan tersebut, Presiden Amerika Dwight D. Eisenhower memimpikan Amerika memiliki jalan yang mampu memberikan akses luas tidak hanya untuk ekonomi melainkan menghadapi situasi darurat saat perang.

Minggu, 07 Agustus 2022

SISI LAIN PENAMPILAN REOG PONOROGO DI PANTAI BRECONG

Sempat diguyur hujan semalam hingga pagi di musim kemarau Agustus, akhirnya cuaca kembali cerah dan bisa memenuhi undangan Kepala Desa Brecong dan menikmati sebuah perform kesenian lokal di pesisir pantai.

Rabu, 03 Agustus 2022

KANAL TELOMOYO: SEBUAH AWAL DI TAHUN 1889

Tanggal 30 Oktober 2020 lalu tanggul Sungai Telomoyo atau Kanal Telomoyo yang melintasi Kecamatan Puring mengalami kerusakan usai diterjang banjir akibat hujan deras. Air sungai meluap membanjiri sejumlah kawasan di Desa Madurejo dan Desa Sidobunder.

Senin, 01 Agustus 2022

PENANGKAPAN KECU DI DESA SUROTRUNAN 1922

Kita tentu masih ingat peristiwa beberapa tahun silam yaitu di tahun 2017 di mana seorang kepala desa di kecamatan Rowokele berurusan dengan polisi karena terlibat beberapa kali pencurian yang notabene di rumah warganya sendiri.

Kamis, 28 Juli 2022

PAMERAN PASAR TAHUNAN DI YOGYAKARTA TAHUN 1927

Jika dalam tulisan-tulisan sebelumnya telah diulas mengenai kegiatan pameran (tentoonstelling) di era kolonial, baik yang berskala internasional sebagaimana pernah dilakukan di Semarang tahun 1914 (Teguh Hindarto, Pameran Umum Kolonial dan Internasional di Semarang Tahun 1914 - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/06/pameran-umum-kolonial-dan-internasional.html) maupun yang berskala lokal sebagaimana dilakukan di sebuah desa bernama Wonokromo di kawedanan Alian, kabupaten Kebumen tahun 1928 (Teguh Hindarto, Pameran Ternak dan Peresmian Pasar Baru di Desa Wonokromo, Alian Tahun 1928 - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/07/pameran-ternak-dan-peresmian-pasar-baru.html) maka kali ini kita akan memperhatikan kegiatan berskala lokal di wilayah Vorstenlanden yaitu Yogyakarta di tahun 1927. 

Istilah Vorstenlanden merujuk pada beberapa wilayah yang berada di bawah kekuasaan empat monarki pecahan dari Kesultanan Mataram, yaitu Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman. Secara umum istilah Vorstenlanden disederhanakan meliputi wilayah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.