Rabu, 07 Juni 2023

MEMAHAMI NISAN TUA DENGAN PILAR BERGAYA EROPA (YUNANI) PADA PEMAKAMAN TIONGHOA (BONGPAY) PEJAGOAN

Pada terik siang pukul 12.00 penulis tiba di sebuah kompleks pekuburan Tionghoa (bongpay) di Desa Pejagoan Kecamatan Pejagoan. Lokasinya terletak di belakang Kolam Renang Gading. Kompleks pemakaman Tionghoa ini selain berbukit juga sangat luas.

Minggu, 04 Juni 2023

PENDOPO SI PANJI DAN PERISTIWA BLABUR BANYUMAS 1861

Suatu siang, kembali penulis ingin mengunjungi eks kawasan dan bangunan Kabupaten Banyumas di era kolonial yang sekarang telah difungsikan sebagai kantor kecamatan Banyumas.

Kamis, 01 Juni 2023

MENEMUKAN KEMBALI “SEMPORBRON” ALIAS MATA AIR SEMPOR

Sore yang terik dan cerah, akhirnya penulis berkesempatan untuk menelusuri lokasi di mana mata air panas yang mengandung mineral dan ditemukan dan dimanfaatkan kegunaannya oleh seorang pengusaha bernama Chaskel Rapaport atau yang di surat-surat kabar Hindia Belanda dengan Ch. Rapaport (Teguh Hindarto, Mengenal Chaskel Rapaport: Dari Pensiunan Militer Belanda menjadi Pengusaha di Gombonghttps://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2023/07/ch-rapaport-dari-pensiunan-militer.html

Rabu, 03 Mei 2023

SETELAH TIGA PULUH TAHUN: HARI PERTAMA MENONTON SEWU DINO DAN MEMBINCANG GENRE HOROR

Setelah kurang lebih tiga puluh tahun masyarakat Kebumen tidak dapat lagi menikmati tayangan film layar lebar karena bioskop kesayangan bernama “Indrakila’ dan “Star” telah lama gulung tikar (Teguh Hindarto, Bioskop Kebumen:Antara Masa Lalu dan Yang Akan Datang - http://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/03/bioskop-dan-film-di-kebumen-antara-masa.html), maka untuk pertama kalinya pada tanggal 19 April 2023 masyarakat Kebumen kembali dapat menikmati tayangan film layar lebar di Platinum Cineplex di lantai UG Trio Mall Kebumen, Jalan Sarbini 109 Kebumen. Pembukaan tayangan untuk publik dimulai tanggal 20 April 2023 dan diresmikan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen pada tanggal 26 April 2023.

Jumat, 14 April 2023

GOMBONG DALAM BUKU BACAAN “BOENGA MELOER” 1942

Sebuah buku diterbitkan dengan judul, Boenga Meloer II: Boekoe Batjaan Bahasa Melajoe Oentoek Sekolah Samboengan Dipoelau Djawa (Sengaja kaidah tata bahasa non Ejaan Yang Disempurnakan [EYD] tidak saya pergunakan saat menyalin judul di mana kata depan “di” seharusnya dipisah namun dibiarkan tersambung) karya Soeria Di Radja dan diterbitkan oleh penerbit ternama di era Hindia Belanda yaitu J.B. Wolter’s Uitgevers Maatschappij N.V. Groningen Batavia 1942.

Kamis, 13 April 2023

DARI MANTRI BENDUNG MENJADI BUPATI: POTRET PERJALANAN BUPATI KUTOARJO, RADEN ADIPATI POERBOATMODJO (1849-1928)

Dezer dagen heeft het regentschap Koetoardjo zijn ouden Pangeran de laatste eer bewezen ziin stoffelijk overschot aan den schoot der aarde toevertrouwd, in het familiegraf Giri Tjoemantoko (Saat ini Kabupaten Koetoardjo telah memberikan penghormatan terakhir kepada Pangeran sepuh dan menitipkan jenazahnya ke pangkuan bumi, di makam keluarga Giri Tjoemantoko), demikian kutipan sebuah berita kewafatan dengan judul, De Koetoradjo’s Pangeran yang dimuat surat kabar De Locomotief (18 Oktober 1928).

Minggu, 02 April 2023

MELACAK JEJAK TRAH KOLOPAKING DAN TRAH WONGSONEGORO DALAM VERSI BABAD BANYUMAS

Sebuah kompleks pemakaman dengan pintu gerbang megah bertuliskan Makam Tumenggung Kalapaking tegak berdiri di perbukitan kecil di tepi jalan Desa Kalijirek, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Jika kita memasuki kompleks pemakaman di dalamnya ada banyak nama yang dikebumikan namun yang utama dan telah dikenal masyarakat Kebumen adalah Tumenggung Kolopaking (I-V). Ada beberapa nama lain yang mungkin kurang begitu dikenal namun namanya tertulis dalam sejumlah naskah babad yang dimiliki oleh masyarakat Banyumas yaitu trah Wongsonegoro (I-V) dan disebut sebagai Ngabehi Kalijirek.