Pada
terik siang pukul 12.00 penulis tiba di sebuah kompleks pekuburan Tionghoa (bongpay) di Desa Pejagoan Kecamatan
Pejagoan. Lokasinya terletak di belakang Kolam Renang Gading. Kompleks
pemakaman Tionghoa ini selain berbukit juga sangat luas.
The Past is the Key to the Present - Masa Lalu Kunci Memahami Masa Kini (Cat: Jika Anda mengutip sebagian atau seluruhnya dari artikel di blog ini, dengan hormat silahkan dicantumkan pada artikel yang ditulis)
Pada
terik siang pukul 12.00 penulis tiba di sebuah kompleks pekuburan Tionghoa (bongpay) di Desa Pejagoan Kecamatan
Pejagoan. Lokasinya terletak di belakang Kolam Renang Gading. Kompleks
pemakaman Tionghoa ini selain berbukit juga sangat luas.
Suatu
siang, kembali penulis ingin mengunjungi eks kawasan dan bangunan Kabupaten
Banyumas di era kolonial yang sekarang telah difungsikan sebagai kantor
kecamatan Banyumas.
Sore yang terik dan cerah, akhirnya penulis berkesempatan untuk menelusuri lokasi di mana mata air panas yang mengandung mineral dan ditemukan dan dimanfaatkan kegunaannya oleh seorang pengusaha bernama Chaskel Rapaport atau yang di surat-surat kabar Hindia Belanda dengan Ch. Rapaport (Teguh Hindarto, Mengenal Chaskel Rapaport: Dari Pensiunan Militer Belanda menjadi Pengusaha di Gombong - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2023/07/ch-rapaport-dari-pensiunan-militer.html
Setelah kurang lebih tiga puluh tahun masyarakat Kebumen tidak dapat lagi menikmati tayangan film layar lebar karena bioskop kesayangan bernama “Indrakila’ dan “Star” telah lama gulung tikar (Teguh Hindarto, Bioskop Kebumen:Antara Masa Lalu dan Yang Akan Datang - http://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/03/bioskop-dan-film-di-kebumen-antara-masa.html), maka untuk pertama kalinya pada tanggal 19 April 2023 masyarakat Kebumen kembali dapat menikmati tayangan film layar lebar di Platinum Cineplex di lantai UG Trio Mall Kebumen, Jalan Sarbini 109 Kebumen. Pembukaan tayangan untuk publik dimulai tanggal 20 April 2023 dan diresmikan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen pada tanggal 26 April 2023.
Sebuah
buku diterbitkan dengan judul, Boenga
Meloer II: Boekoe Batjaan Bahasa Melajoe Oentoek Sekolah Samboengan Dipoelau Djawa (Sengaja kaidah tata bahasa non
Ejaan Yang Disempurnakan [EYD] tidak saya pergunakan saat menyalin judul di
mana kata depan “di” seharusnya dipisah namun dibiarkan tersambung) karya
Soeria Di Radja dan diterbitkan oleh penerbit ternama di era Hindia Belanda
yaitu J.B. Wolter’s Uitgevers Maatschappij N.V. Groningen Batavia 1942.
Dezer dagen heeft het regentschap Koetoardjo zijn ouden Pangeran de laatste eer bewezen ziin stoffelijk overschot aan den schoot der aarde toevertrouwd, in het familiegraf Giri Tjoemantoko (Saat ini Kabupaten Koetoardjo telah memberikan penghormatan terakhir kepada Pangeran sepuh dan menitipkan jenazahnya ke pangkuan bumi, di makam keluarga Giri Tjoemantoko), demikian kutipan sebuah berita kewafatan dengan judul, De Koetoradjo’s Pangeran yang dimuat surat kabar De Locomotief (18 Oktober 1928).
Sebuah
kompleks pemakaman dengan pintu gerbang megah bertuliskan Makam Tumenggung
Kalapaking tegak berdiri di perbukitan kecil di tepi jalan Desa Kalijirek,
Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Jika kita memasuki kompleks pemakaman di
dalamnya ada banyak nama yang dikebumikan namun yang utama dan telah dikenal
masyarakat Kebumen adalah Tumenggung Kolopaking (I-V). Ada beberapa nama lain
yang mungkin kurang begitu dikenal namun namanya tertulis dalam sejumlah naskah
babad yang dimiliki oleh masyarakat Banyumas yaitu trah Wongsonegoro (I-V) dan
disebut sebagai Ngabehi Kalijirek.