Jumat, 14 April 2023

GOMBONG DALAM BUKU BACAAN “BOENGA MELOER” 1942

Sebuah buku diterbitkan dengan judul, Boenga Meloer II: Boekoe Batjaan Bahasa Melajoe Oentoek Sekolah Samboengan Dipoelau Djawa (Sengaja kaidah tata bahasa non Ejaan Yang Disempurnakan [EYD] tidak saya pergunakan saat menyalin judul di mana kata depan “di” seharusnya dipisah namun dibiarkan tersambung) karya Soeria Di Radja dan diterbitkan oleh penerbit ternama di era Hindia Belanda yaitu J.B. Wolter’s Uitgevers Maatschappij N.V. Groningen Batavia 1942.

Sebagaimana tulisan sebelumnya yang menyebutkan nama Sungai Luk Ulo di Kebumen meskipun dalam seri buku yang berbeda (Teguh Hindarto, Sungai Luk Ulo, Kebumen Dalam Buku Bacaan Kembang Mantja Warna 1929 - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2023/02/sungai-luk-ulo-kebumen-dalam-buku.html), maka kali ini nama Gombong muncul dalam buku bacaan ini.

Dari 111 halaman dengan 46 kisah-kisah pendek dengan diselingi gambar ilustrasi, ada yang menarik dari cerita No 42 yang bernama Soerat pada halaman 96-98 (selain di halaman 96 muncul juga dengan judul yang sama pada halaman 6 dan 76). Selain nama “Gombong” disebutkan demikian pula sebuah “Suikerfabriek (pabrik gula) serta “Karangbolong”. Benarkah di Gombong pernah ada suikerfabriek (pabrik gula)? Kita akan mengulasnya secara ringkas.

Namun sebelum mengulas kita akan salinkan isi bacaan yang berisikan surat seorang keponakan (dipergunakan kata ganti “kemanakanda”) bernama Ibrahim Widjaja yang tinggal di Ciamis, Jawa Barat kepada pamannya bernama R. Soeleman (dipergunakan kata ganti “mamanda’) yang tinggal di Gombong, Jawa Tengah. Penulis sengaja menyalin sesuai aslinya tanpa melakukan perubahan ejaan termasuk tata cara penulisan kata depan “di’ yang masih disambung dengan kata benda.

Tjiamis, 9 Maart 1941

Padoeka Mamanda, soeami-isteri

Soedah lama kemanakanda tidak berkirim soerat kepada Mamanda. Sedjak Mamanda pindah dari Tjiamis ke Gombong, baroe sekali inilah kemanakanda sempat memboeat soerat jang agak pandjang. Soerat-soerat Mamanda kepada Ajahanda dan Boenda hampir semoeanja anakanda jang membatjakannja. Kemanakanda sendiripoen ingin benar hendak mengetahoei isi soerat mamanda itoe. Soerat Mamanda jang terkirim tanggal 8 boelan jang laloe, telah selamat kemanakanda terima dengan soeka hati. Senang soenggoeh hati kemanakanda membatja berita Mamanda, dari hal kota Gombong, keboen-keboen teboe dan paberik goela itoe. Ingin benar kemanakanda akan membatja tjeritera mamanda tentang keadaan tempat mengambil sarang boeroeng dipesisir laoet Kidoel

Mamanda tentoelah ma'loem, sekalian jang Mamanda tjeriterakan itoe tidak ada di Bidara Sari. Tentoe sadja kemanakanda sangat ingin mengetahoei barang sesoeatoe jang beloem pernah kemanakanda lihat. Betoellah seperti kata Mamanda dalam salah satoe soerat jang terkirim kepada Ajahanda itoe. Mémang orang kita soeka makan manisan dan soeka poela makan koeé jang manis-manis. Demikian poela air téh dïberi orang bergoela pasir atau goela batoe, soepaja manis djoega. Tetapi paberik, tempat memboeat goela pasir dan goela batoe itoe, beloem pernah dilihatnja. Mamandapoen soedah tahoe, di Bidara Sari hanja ada paberik taoe dan témpé atau ontjom sadja. Paberik goela beloem pernah kemanakanda lïhat.

Setelah selesai menoeai padi Ajahanda bermaksoed akan datang kemari, mendapatkan Mamanda doea soeami-isteri. Kalau anakanda telah keloear dari sekolah dan mendapat soerat tammat beladjar, beliau berdjandji akan membawa kemanakanda kesini. Alangkah besarnja hati kemanakanda, djïka kemanakanda dapat menemoei Mamanda dan melihat-lihat negeri ini nanti.

Meskipoen sekarang beloem tiba waktoenja, hanja kira-kira doea boelan lagi, tetapi soedah dapatlah kemanakanda katakan, kalau tidak ada aral melintang, tentoelah kemanakanda akan keloear dari kelas V dengan mendapat soerat tammat beladjar. Goeroe jang mengadjar dikelas V, ialah toean Radén Sastraatmadja, sahabat karib Mamanda, ketika Mamanda mendjadi Kelérék di Tjiamis dahoeloe. Beliau sangat kasih dan sajang kepada kemanakanda. Kata toean Sastra itoe kepada Ajahanda, kemanakandalah jang sepandai-panduinja dikelas V itoe, lebih-lebih dalam peladjaran bahasa dan berhitoeng. Sesoedah berhitoeng, dan kalau hitoengan kemanakanda betoel semoeanja, kerap kali toean Sastraatmadja berkata kepada kemanakanda, katanja: „Widaja, engkau pandai berhitoeng dan karangmengarang seperti mamakmoe jang mendjadi Komis di Gombong. Mamakmoe itoe sekelas dengan saja dahoeloe di Karang Pamoelangan. Diantara teman-teman saja, ialah jang sepandai-pandainja berhitoeng. Lagi poela tidak pernah loepa ia arti segala perkataan jang soekar-soekar, jang soedah diterangkan goeroe. Karang mengarangpoen pandai ia”

Barangkali Mamanda ingin djoega mengetahoei pontén kemanakanda dalam rapport jang kemanakanda terima boelan ini. Baiklah kemanakanda seboetkan beberapa boeah sadja:

Berhitoeng ...9

Bahasa...8

Mengarang...8

Menoélis...5

Sajang sekali, pontén menoelis kemanakanda tidak pernah jang lebih dari 5. Lima itoelah jang setinggi-tingginja pontén toelisan kemanakanda

Ajahanda bagoes toelisannja. Beliau mengatakan toelisan kemanakanda sabagai tjakar ajam. Oléh sebab itoe, djanganlah Mamanda berketjil hati melihat toelisan kemanakanda jang boeroek ini.

Mamanda! Sekarang kemanakanda hendak minta nasihat kepada Mamanda. Mamanda soedah tahoedoea boelan lagi tammatlah peladjaran kemanakanda. Kemanakanda masïh hendak beladjar, beloem ada hati kemanakanda akan mentjari pekerdjaan. Kemanakah jang baik kemanakanda meneroeskan peladjaran kemanakanda, menoeroet pikiran Mamanda?

Maksoed Ajahanda, sesoedah keloear dari sekolah, haroeslah kemanakanda masoek koersoes Volksonderwijzer, soepaja kemanakanda dapat mendjadi goeroe kelak

Tetapi timbangan toean Sastraatmadja lain poela Kemanakanda disoeroehnja melandjoetkan peladjaran kemanakanda kesekólah Mulo Boemipoetera di Bandoeng

Toean Sastraatmadja soedah kerap kali berkata kepada kemanakanda, katanja: “Widaja, kalau engkau soedah tammat beladjar disini, baiklah engkau melandjoetkan peladjaranmoe kesekólah Mulo Boemipoetera. Ta' kan soekar bagimoe beladjar disana, asal engkau selaloe beladjar radjin dan bersoenggoeh-soenggoeh seperti jang soedah-soedah

Pengadjaran disekolah Mulo Boemipoetera itoe hampir sama tingginja dengan disekolah Mulo biasa. Hanja pengadjaran bdhasa Belandanja sadja jang agak koerang. Pada masa ini bagi anak-anak jang tammat sekolah samboengan, jang ingin melandjoetkan peladjararmja, sekolah Mulo Boemipoetera itoelah jang sebaik-baiknja, apalagi bagi moerid-moerid jang mampoe orang toeanja!”

Demikianlah kata toean Sastraatmadja.

Mamandapoen ma'loem agaknja, bahwa Ajahanda tentoelah beloem mengetahoei betoel tentang sekolah Mulo Boemipoetera itoe, sebab selwlah jang sematjam itoe beloem lama dan beloem banjak didirikan. Hanja baroe seboeah sadja diseloeroeh Pasoendan, jaïtoe di Bandoeng.

Kalau sampai kesini nanti, tentoelah Ajahanda akan menbitjarakan hal itoe dengan Mamanda. Itoelah sebabnja, maka kemanakanda harapkan benar nasihat dam pertolongan Mamanda. Nasihat Mamanda akan kemanakamda toeroet dengan soeka hati

Demikianlah, soepaja Mamanda ma'loem adanja.

Tertoempang salam kemamakanda kepada adik-adik kemanakanda semoeanja. Ajahanda dan Boendapoen berkirim salam poela kepada Mamanda, soeami-isteri, anak-beranak

 

Sembah soedjoed

Kemanakanda

Widaja

Bagaimana setelah Anda membaca tulisan di atas? Ada banyak hal yang mungkin baru Anda baca dan dengar atau justru membingunkan. Salah satunya adalah istilah “sekolah sambungan”. Apakah itu? Dalam bahasa Belanda disebut Vervolgschool. Ini sekolah lanjutan bagi mereka yang berlatar belakang Volkschool (sekolah rakyat). Ada pula istilah "komis" dan "kelerek" yang biasa dipergunakan di jawatan kantor pos dan telegraf. Istilah "komis" mungkin merujuk pada kepala kantor pos sementara "kelerek" dari kata "Klerk" yang bermakna "juru tulis" (Practische Indische Tolk: Spreken in Hollandsch-Maleisch en Javaansch, 1901:267)

Yang menarik adalah saat surat ini memberikan deskripsi mengenai Gombong sbb, “Senang soenggoeh hati kemanakanda membatja berita Mamanda, dari hal kota Gombong, keboen-keboen teboe dan paberik goela itoe. Ingin benar kemanakanda akan membatja tjeritera mamanda tentang keadaan tempat mengambil sarang boeroeng dipesisir laoet Kidoel”. Jika pengunduhan sarang burung lawet/walet sudah terkenal sejak era kolonial (Teguh Hindarto, Yang Hilang Yang Bertahan di Karangbolong: Dari Sarang Walet dan Ratu Kidul Hingga Pesta Rakyat - https://www.qureta.com/post/yang-hilang-yang-bertahan-di-karangbolong) namun bagaimana dengan pabrik gula? Benarkah ada pabrik gula di Gombong tahun 1940-an?

Sebenarnya tidak pernah ada pabrik gula di Gombong, namun yang ada adalah pabrik gula terdekat dengan Gombong yang bernama Suikerfabriek Kaliredjo  Lokasinya memang berbatasan dengan kota Gombong dan bisa jadi kebun-kebun tebunya bisa terletak di wilayah Gombong. Jika kita melaju dari Gombong menuju Jl. Kradenan, Kecamatan Sumpiuh dan Klepusari, Pesantren, Kecamatan Tambak maka masih di dapati dua bangunan bekas halte kereta pabrik gula yang berdiri di tepian jalan selama puluhan tahun lamanya (Teguh Hindarto, Melacak Jejak Yang Tersisa Suikerfabriek Kaliredjo, Sumpiuh - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/04/melacak-jejak-yang-tersisa_28.html).

Dalam sebuah iklan oleh Suikerfabriek Kaliredjo saat membutuhkan insyinyur mesin kelas 2 yang dimuat surat kabar de Locomotief (5 September 1910) diberi keterangan bahwa surat lamaran agar dikirim ke lokasi berikut, “te richten tot den Administrateur der Suikerfabriek KALIREDJO bij Gombong” (ditujukan kepada Administrator Pabrik Gula KALIREDJO di Gombong). Memang kata “bij” ini bisa bermakna “dekat” atau “terletak di” tergantung konteks kalimatnya. Dalam iklan di atas, nampaknya lokasi kantor administrateur terletak di Gombong sekalipun pabriknya terletak di Sumpiuh.

Dalam berita surat kabar De Nieuwe Vorstenlanden (15 Januari 1910) dituliskan, “Op de Suikerfabriek Kaliredjo bij Gombong kan een magazijn meester geplaatst worden. Sollicitaties en afschrift van certificaten aan den Administrateur te Gombong” (Seorang pengawas gudang dapat ditempatkan di Pabrik Gula Kaliredjo dekat Gombong. Permohonan dan salinan sertifikat ditujukan ke Administrator di Gombong). Perhatikan kata Belanda “bij” (dekat) dan “te” (di).

Kembali ke cerita pendek dalam buku pelajaran Boenga Meloer yang menyebutkan keberadaan pabrik gula di Gombong memiliki sejumlah kemungkinan yaitu lokasi pabrik gula berdekatan dengan Gombong atau kantor administrateur pabrik gula berlokasi di Gombong.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar