Nama Ch. Rapaport tidak akan kita temukan dalam buku sejarah karena memang namanya tidak dihubungkan dengan peristiwa heroik yang kerap menghiasi sejumlah buku sejarah khususnya di era Hindia Belanda.
The Past is the Key to the Present - Masa Lalu Kunci Memahami Masa Kini (Cat: Jika Anda mengutip sebagian atau seluruhnya dari artikel di blog ini, dengan hormat silahkan dicantumkan pada artikel yang ditulis)
Nama Ch. Rapaport tidak akan kita temukan dalam buku sejarah karena memang namanya tidak dihubungkan dengan peristiwa heroik yang kerap menghiasi sejumlah buku sejarah khususnya di era Hindia Belanda.
Jembatan tua sepanjang kurang lebih 170
meter ini tegak berdiri menghubungkan wilayah Kebumen bagian barat dengan
Kebumen bagian timur. Semasa Karanganyar masih menjadi kabupaten sebelum
penghapusan pada tahun 1935 dan penggabungan dengan Kebumen pada tahun 1936
(Teguh Hindarto, Resesi Ekonomi Dunia
Yang Menghantarkan Penghapusan Kabupaten di Jawa - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2021/02/resesi-ekonomi-dunia-yang-menghantarkan.html)
sungai Luk Ula menjadi batas wilayah masing-masing kabupaten.
Donga Rama Kawula
Sekar Pucung
Dhuh Ramalun, ingkang mungggweng
suwargagung, mugi asma Tuwan linuhurna sagung jalmi, kraton Tuwan mugi rawuh
mring pra umat.
Pada
terik siang pukul 12.00 penulis tiba di sebuah kompleks pekuburan Tionghoa (bongpay) di Desa Pejagoan Kecamatan
Pejagoan. Lokasinya terletak di belakang Kolam Renang Gading. Kompleks
pemakaman Tionghoa ini selain berbukit juga sangat luas.
Suatu
siang, kembali penulis ingin mengunjungi eks kawasan dan bangunan Kabupaten
Banyumas di era kolonial yang sekarang telah difungsikan sebagai kantor
kecamatan Banyumas.
Sore yang terik dan cerah, akhirnya penulis berkesempatan untuk menelusuri lokasi di mana mata air panas yang mengandung mineral dan ditemukan dan dimanfaatkan kegunaannya oleh seorang pengusaha bernama Chaskel Rapaport atau yang di surat-surat kabar Hindia Belanda dengan Ch. Rapaport (Teguh Hindarto, Mengenal Chaskel Rapaport: Dari Pensiunan Militer Belanda menjadi Pengusaha di Gombong - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2023/07/ch-rapaport-dari-pensiunan-militer.html
Setelah kurang lebih tiga puluh tahun masyarakat Kebumen tidak dapat lagi menikmati tayangan film layar lebar karena bioskop kesayangan bernama “Indrakila’ dan “Star” telah lama gulung tikar (Teguh Hindarto, Bioskop Kebumen:Antara Masa Lalu dan Yang Akan Datang - http://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/03/bioskop-dan-film-di-kebumen-antara-masa.html), maka untuk pertama kalinya pada tanggal 19 April 2023 masyarakat Kebumen kembali dapat menikmati tayangan film layar lebar di Platinum Cineplex di lantai UG Trio Mall Kebumen, Jalan Sarbini 109 Kebumen. Pembukaan tayangan untuk publik dimulai tanggal 20 April 2023 dan diresmikan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen pada tanggal 26 April 2023.