Prof
Sugeng Priyadi dalam bukunya, Sejarah
dan Kebudayaan Kebumen mengatakan,
“Sejarah Kebumen pada hakikatnya merupakan sejarah yang berkecenderungan
terpecah-pecah atau disintegrasi daripada terintegrasi. Hal itu terjadi karena
wilayah Kebumen terbagi-bagi. Ada yang
masuk wilayah mancanegara kilen dan ada pula yang masuk wilayah negaragung”
(2004:1-2). Bukan hanya itu, menurut DR. Tanto Sukardi, M.Hum dalam bukunya Tanam Paksa di Banyumas: Kajian Mengenai
Sistem Pelaksanaan dan Dampak Sosial Ekonomi, bahwa saat Banyumas masih
menjadi wilayah mancanegara kasunanan dan dibagi dua yaitu Banyumas Kasepuhan
dan Banyumas Kanoman tahun 1816, sebagian Panjer masuk wilayah Banyumas bersama
Adireja, dengan Adipala, Purwokerto, Banjarnegara. Pemerintahan Panjer pada
waktu itu dipegang oleh Raden Ngabehi Reksapraja (2017:18).