Rabu, 30 November 2022

KUBURAN BELANDA (EUROPESCHE BEGRAAFPLAATS/KERKHOF) DI KEBUMEN DAN SEPENGGAL KISAH VAN PELT

Barangkali ada diantara pembaca yang telah melewati sebuah gang yang berada di kawasan Jalan Karangsambung, tidak jauh  dari Pasar Mertakanda. Nama gang tersebut diberi nama “Gang Krekop”. Sebuah nama yang agak terdengar asing maknanya ditelinga bukan? Biasanya kita mendengar nama hewan, nama bunga, nama tokoh sebagai nama jalan nama gang namun kali ini nama “Gang Krekop” menarik perhatian kita.

Jumat, 18 November 2022

REGENTSCHAPBANK KEBUMEN 1930

Sebuah kemeriahan dalam rangka peringatan 25 tahun berdirinya Regentschapbank (bank kabupaten) Kebumen nampak terlihat dalam foto. Dalam sebuah artikel berjudul, Het Jubileum van de Regentschapsbank van Keboemen (Perayaan Ulang Tahun Bank Kabupaten Kebumen) bertanggal 12 September 1930 yang disitir dalam buku Bukan Kota Tanpa Masa Lalu: Dinamika Sosial Ekonomi Era Arung Binang VII (Teguh Hindarto, 2020:174-177) melaporkan bahwa suasana pesta dirayakan beberapa hari. Pada pagi hari dilaksanakan selamatan besar (groote slametan) dan dilanjutkan siang hari pertandingan sepakbola antara pegawai negeri Kebumen dengan pegawai negeri Banyumas yang dimenangkan Kebumen dengan 1-0.

Senin, 24 Oktober 2022

BAMBU DI MASA LALU DAN MASA KINI

Sebuah foto yang memperlihatkan kehidupan masyarakat Kebumen yang membawa gerobak berisikan pring (bambu) di sekitar tahun 1920-1930-an dengan mengambil lokasi di sekitaran alun-alun.Tidak begitu jelas apakah di alun-alun utara di mana pendopo dan rumah regent (bupati) berada atau dari arah alun-alun selatan di mana terletak Hotel Juliana (Teguh Hindarto, Melacak Jejak Kisah Hotel Juliana di Kebumen - https://www.qureta.com/post/melacak-jejak-kisah-hotel-juliana-di-kebumen).

Minggu, 23 Oktober 2022

DARI PANJER MENJADI KEBUMEN: SEBUAH KRONIK SINGKAT

Prof Sugeng Priyadi dalam bukunya, Sejarah dan Kebudayaan Kebumen mengatakan, “Sejarah Kebumen pada hakikatnya merupakan sejarah yang berkecenderungan terpecah-pecah atau disintegrasi daripada terintegrasi. Hal itu terjadi karena wilayah Kebumen  terbagi-bagi. Ada yang masuk wilayah mancanegara kilen dan ada pula yang masuk wilayah negaragung” (2004:1-2). Bukan hanya itu, menurut DR. Tanto Sukardi, M.Hum dalam bukunya Tanam Paksa di Banyumas: Kajian Mengenai Sistem Pelaksanaan dan Dampak Sosial Ekonomi, bahwa saat Banyumas masih menjadi wilayah mancanegara kasunanan dan dibagi dua yaitu Banyumas Kasepuhan dan Banyumas Kanoman tahun 1816, sebagian Panjer masuk wilayah Banyumas bersama Adireja, dengan Adipala, Purwokerto, Banjarnegara. Pemerintahan Panjer pada waktu itu dipegang oleh Raden Ngabehi Reksapraja (2017:18).

Senin, 10 Oktober 2022

MELIHAT KEBUMEN DAN GOMBONG DALAM BUKU "GIDS VOOR AMBTENAREN" 1910

Ketika kita melihat berbagai jejak kehidupan masa lalu di kota kita – baik dalam bentuk bangunan rumah pribadi, bangunan kantor, pabrik, jembatan, monumen yang keseluruhannya memperlihatkan sifat lawas – mungkin kita sempat bertanya, bagaimana sich kehidupan di masa lalu di saat sejumlah bangunan atau struktur lawas tersebut masih baru dan difungsikan?

Rabu, 28 September 2022

DARI PILLBOX JEPANG, KISAH NGAYAH, ARTEFAK LINGGA YONI HINGGA BUKIT POLENG

Historical Study Trips (HST) kembali mengadakan kegiatan study trip atau wisata edukasi sejarah dengan berjalan-jalan menuju obyek yang dipilih. Kegiatan study trip sesi ke-8 kali ini mengambil tema, Jejak Jepang di Bukit Gajah, Argopeni yang terletak di Kecamatan Ayah.

Minggu, 21 Agustus 2022

LOKIDANG KETIKA MENJADI BAGIAN REGENTSCHAP KARANGANYAR

Pasca Perang Dunia II berakhir akses jalan di Amerika tidak memadai dengan jumlah pertumbuhan kendaraan yang pesat. Melihat kenyataan tersebut, Presiden Amerika Dwight D. Eisenhower memimpikan Amerika memiliki jalan yang mampu memberikan akses luas tidak hanya untuk ekonomi melainkan menghadapi situasi darurat saat perang.