Satu kalimat saja saat saya menyempatkan membaca buku baru
karya Sigit Asmodiwongso dengan judul, “Ngomong
Gombong: Remah Sejarah Kota 1830-1942” (Tapak Publishing, 2020) yaitu buku serius yang berbicara
mengenai Gombong namun dengan bahasa populer dan tidak perlu terlalu banyak
mengernyitkan kening.
The Past is the Key to the Present - Masa Lalu Kunci Memahami Masa Kini
Kamis, 25 Juni 2020
GEMPA BUMI (AARDBEVING) DI KEBUMEN 1898
Jika dalam tulisan sebelumnya
penulis telah menderetkan sejumlah peristiwa bencana alam berupa banjir yang
terjadi wilayah Kebumen dari tahun 1895, 1904, 1928, 1937 dalam artikel
berjudul, "Bencana Alam dan Pemahaman Pola Historis Kebencanaan - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com),
maka kali ini penulis akan mengajak para pembaca melihat apa yang terjadi
peristiwa bencana alam lain yaitu gempa bumi yang cukup merusakn beberapa
infrastruktur di Kebumen pada tahun 1898.
Sabtu, 30 Mei 2020
GERAKAN SANTANA (SANTANA BEWEGING) DI GOMBONG
Sebuah bangunan megah berbentuk candi berdiri di Kelurahan
Wonokriyo, Kecamatan Gombong. Tidak jauh dari lokasi tersebut berdiri patung seorang
lelaki berpakaian tradisional Jawa dengan mengenakan blangkon.
Minggu, 17 Mei 2020
MENGENAL ISKANDAR TIRTOEKOEOSOEMO:Penerima Song Song Kuning dan Pendiri Ziekenhuis Nirmolo
Dalam artikel sebelumnya dengan judul, “Mengenang Tirtoekoesoemo: Ketua Pertama Boedi Oetomo” (Qureta.com) penulis telah memberikan deskripsi singkat mengenai Bupati Karanganyar (yang kelak dihapuskan dan Tahun 1936 menjadi bagian wilayah Kebumen) bernama R.A.A. Tirtoekoesoemo yang juga adalah seorang ketua pertama Boedi Oetomo.
Kamis, 14 Mei 2020
LOMBA PACUAN KUDA DI KARANGANYAR LAMA
https://www.nederlandsfotomuseum.nl
Jika dalam tulisan sebelumnya
penulis menjelaskan mengenai keberadaan jenis ternak sapi unggulan di Kebumen
yaitu sapi Bengala yang sekarang dikenal dengan sebutan Ongole dan keterkaitan
upacara Baritan di Mirit yang pernah berjaya di tahun 1915-an (Teguh Hindarto, Baritan dan Jejak Tradisi Yang Hilang –
Qureta.com), maka kali ini kita akan melihat jenis ternak lain yang menjadi
simbol dan ketangguhan yaitu kuda. Namun bukan di Mirit melainkan di Kabupaten
Karanganyar.
Selasa, 12 Mei 2020
Jumat, 17 April 2020
HUTAN DAN ESTETIKA
Jika kita hendak menuju
Purwokerto dari Kebumen dengan melintasi jalur alternatif di kawasan utara
(baik Sempor mauun Somagede) maka kita akan menikmati pemandangan yang memanjakan
mata berupa barisan bukit dan pepohonan hijau khususnya pohon pinus.
Langganan:
Postingan (Atom)






