Selasa, 19 September 2023

ARYA WIRYAATMADJA: DARI BAPAK BANK KREDIT PERTANIAN SAMPAI BANK RAKYAT INDONESIA

Suasana mendung di hari Minggu (17 September 2023) menggelayuti kota Purwokerto. Namun tidak menghentikan langkah untuk menyambangi kedua kalinya Museum Bank Rakyat Indonesia di Jl. Jendral Sudirman No 57 Purwokerto. Sayang pada kunjungan kedua ini isi museum nampak lengang dan sejumlah koleksi uang yang biasa diperlihatkan di ruang pamer sudah kosong semua. Menurut informasi, bangunan museum ini akan dilakukan sejumlah renovasi pada beberapa bulan yang akan datang.

Selasa, 29 Agustus 2023

KISAH AWAL KEMERDEKAAN DI KEBUMEN DALAM SEBUAH BUKU CERITA

“Rumah Galih dan rumah kakek memang berdekatan. Kakek sering bertandang ke rumah Galih, terutama untuk menengok cucu yang amat disayanginya itu. Konon, pada masa perang kemerdekaan kakek juga turut maju ke medan pertempuran. Jadi, kakek termasuk Pejuang Angkatan 45.

Senin, 07 Agustus 2023

PEMBUKAAN TUJUH JALUR JALAN DI KEBUMEN UTARA TAHUN 1938 DAN HARAPAN KEBANGKITAN EKONOMI

Pembangunan infrastruktur berkontribusi memacu pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, serta mengurangi pengangguran, mengentaskan kemiskinan dan tentunya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terlepas pembangunan infrastruktur jalan kerap menuai dan melahirkan sejumlah permasalahan, namun tanpa pembangunan infrastruktur roda ekonomi akan berjalan tersendat.

Sabtu, 29 Juli 2023

MENGENANG YANG TERLUPAKAN: PROF H. SOENARDJO, PUTRA PEJAGOAN DAN MENTERI PERDAGANGAN ERA SUKARNO 1957-1958

Adalah Haji Aboengamar, seorang pengusaha genteng di Sokka Kebumen (sebelum tahun 1936 masuk wilayah kabupaten Karanganyar) yang sangat terkenal produk genting dan batu batanya ke berbagai pelosok Jawa bahkan luar negeri.

RADEN SAID PRAWIROSASTRO: DARI SENJAKALA HINDIA BELANDA DAN JEPANG HINGGA FAJAR INDONESIA RAYA

Raden Said mungkin samar terdengar dan hanya diketahui beberapa generasi lanjut usia di Kebumen serta lingkaran keluarga tertentu. Namun figur satu ini menjadi salah satu dari sekian banyak saksi bagaimana pemerintahan Hindia Belanda dan Jepang berakhir dan pemerintahan baru lahir yaitu Republik Indonesia.

KEBUMEN DALAM PERISTIWA BANJIR BESAR DI JAWA 21-23 FEBRUARI 1861

Sumber gambar: Wikipedia.com

Sebuah peristiwa mengerikan terjadi pada tanggal 21-23 Februari 1861 di Jawa – 161 tahun silam – ketika masih di bawah kekuasaan Hindia Belanda. Peristiwa mengerikan itu adalah banjir besar yang melanda sebagian besar wilayah Jawa khususnya Jawa Tengah. Tidak terkecuali Kabupaten Kebumen yang ketika peristiwa itu terjadi masih berada di bawah Karesidenan Bagelen.

MELACAK JEJAK HOTEL JULIANA DI KEBUMEN TAHUN 1930-AN

Keberadaan sebuah hotel, selain sebagai sebuah tempat menginap sementara bagi orang yang hendak melakukan perjalanan jauh, tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan kegiatan pariwisata. Berbicara mengenai pariwisata, sejak era kolonial khususnya ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda kegiatan pariwisata telah cukup berkembang sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Keseriusan pengelolaan kegiatan pariwisata di Hindia Belanda khususnya oleh pihak swasta Belanda adalah dengan didirikannya perhimpunan bernama Vereeniging Toeristenverkeer (VTV) pada tanggal 24 Maret 1908 di Noordwijk, Batavia dan pemerintah memberikan subsidi sebesar 25 gulden (Ahmad Sunjayadi, Pariwisata di Hindia Belanda (1891-1942), 2019:143).