Kamis, 20 Maret 2025

PERAMPOKKAN SEKOLAH DI KEBUMEN DAN SITUASI PENDIDIKAN TAHUN 1939

Mungkin kita pernah mendengar atau membaca sebuah peristiwa dari sebuah berita perihal perampokkan sebuah sekolah? Ya, kejadian serupa pernah terjadi di kota kita semasa Hindia Belanda.

Sebuah kejadian perampokkan sekolah (schoolinbraken) terjadi di Kebumen pada tanggal 9 Maret 1939. Begini ceritanya. Pada Jumat malam sabtu kurang lebih jam 21.30 bapak kepala sekolah Europeesche school  Kebumen yang tinggal di seberang sekolah mendengar suara derak seperti pintu dibanting. Bersamaan malam itu bapak kepala sekolah Christelijke Hollands Chineesche School (C.H.C.S) menyambanginya.

Jadilah mereka berdua berlari ke arah suara tersebut. Kepala sekolah Europeesche School berbekal lampu senter besar berteriak, "maling!" dan "tulung!", sebagaimana reportase surat kabar de Locomotief (14 Maret 1939).

Perampok yang ketahuan lari tunggang langgang melewati pintu belakang dan menerjang kawat berduri dan melewati sekolah Schakel (sekolah transisi dari Volkschool ke sekolah Eropa). Suara kentongan bertalu-talu membangunkan penduduk.

Malam itu, di salah satu ruangan yang dibobol di mana terdapat brankas juga, di sebuah meja terdapat selembar kain dan pulpen serta karet gelang. Polisi berhasil meringkus pencuri yang terluka di kakinya kena sayatan pagar berduri. Ternyata dia seorang tentara dari Bandung kelahiran Yogya (tidak disebutkan kesatuannya).

Sabtu siang ternyata Hollandsch Inlandsch School (H.I.S) juga dilaporkan kemalingan dan kejadiannya pada malam yang sama. Ternyata sang penjuri melakukannya di malam yang sama.

Rupanya, sabtu siang itu salah satu pencuri tertangkap lagi. Rupanya ada dua pencuri. Yang mengejutkan adalah pencuri yang tertangkap di sabtu siang ini adalah pegawai sekolah (school bediende). Tidak disebutkan apakah dia seorang guru karena ada perbedaan antara arbeider (pekerja kasar) dengan bediende (pekerja pikiran).

Senin sorenya si pegawai sekolah tersebut memberikan pengakuan bahwa dirinya diajak kerjasama untuk merampok uang di brankas. Belum kesampaian, keburu ketahuan dan dikejar kepala sekolah yang pemberani

Pegawai sekolah ini ternyata mencuri di bawah ancaman jika tidak bekerjasama dirinya akan dibunuh. Dari hasil interogasi keduanya ternyata mereka sudah terlibat dalam 27 perampokkan sekolah di Jawa Tengah. Hmm...prestasi permalingan yang luar biasa di era Hindia Belanda

Dari 27 sekolah itu, Hollandsch Inlandsch School Kebumen sudah dibobol dua kali sementara Hollandsch Chineesche School dan Europeesche School Kebumen baru satu kali serta dua sekolah di Gombong (tidak disebutkan nama sekolahnya) jadi sasaran juga.

Terlepas dari aksi perampokkan di atas, setidaknya kita mendapat pengetahuan perihal situasi pendidikan dan lembaga sekolah yang ada di Kebumen tahun 1939 mulai dari HIS, ELS, HCS, Schakel, Volkschool, Ambachschool. Beberapa sekolah di Kebumen dan Gombong yang sudah teridentifikasi dan diulas secara khusus dapat membaca artikel-artikel di bawah ini

Hollandsch Chineesche School (H.C.S) Kebumen Kala Masa - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2024/09/hollandsch-chineesche-school-hcs.html

Ambachtschool (Sekolah Pertukangan) di Kebumen: Peran dan Kontribusinya Bagi Pembentukan Masyarakat Mandiri - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2023/07/ambachtsschool-sekolah-pertukangan-di.html

Sekolah Rakyat (Volkschool) dan Situasi Pendidikan di Kebumen Tahun 1920-an - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/03/sekolah-rakyat-volkschool-dan-situasi.html

Christelijke Hollandsch Inlandsche School (C.H.I.S) dan Jejak Pendidikan Masa Kolonial di Gombong - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/12/christelijke-hollandsch-inlandsche.html

Meskipun dalam surat kabar ini tidak disebutkan keberadaan sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (M.U.L.O) alias sekolah menengah pertama pada zaman pemerintah kolonial, namun dalam surat kabar de Indische Courant (29 Juli 1937) disebutkan keberadaan MULO di Kebumen dengan kepala sekolahnya H.J.Ritsma (semula kepala sekolah MULO di Purwokerto). Selain itu di Kebumen sejak 1915 sudah ada Ambachtschool alias sekolah pertukangan.

Nah, jika Hollandsch Chineesche School (HCS) lokasinya terdeteksi di bangunan eks SMA Masehi (yang sekarang sudah dirobohkan dan beredar kabar aka  didirikan bioskop) dan Ambachtschool lokasinya di SMP 7, maka ELS dan MULO yang belum terdeteksi di mana lokasinya di masa kini.

Bangunan SMP 1 di mana terdapat patung ganesha adalah bangunan Belanda. Ada yang pernah mengatakan itu dulu eks MULO. Jika benar, dimanakah lokasi ELS berada di masa kini? Ataukah sudah rata tanah dan berganti menjadi bangunan baru seperti nasib Hotel Juliana yang sekarang menjadi Bank Jateng?

Masa lalu kunci memahami masa kini. Hanya dengan memahami masa lalu secara metodologis, kita akan tahu riwayat sebuah gedung tua di masa kini beserta peristiwa-peristiwa pada kala masanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar