Mungkin
kita pernah mendengar atau membaca sebuah peristiwa dari sebuah berita perihal
perampokkan sebuah sekolah? Ya, kejadian serupa pernah terjadi di kota kita
semasa Hindia Belanda.
Sebuah
kejadian perampokkan sekolah (schoolinbraken)
terjadi di Kebumen pada tanggal 9 Maret 1939. Begini ceritanya. Pada Jumat
malam sabtu kurang lebih jam 21.30 bapak kepala sekolah Europeesche school Kebumen yang tinggal di seberang sekolah
mendengar suara derak seperti pintu dibanting. Bersamaan malam itu bapak kepala
sekolah Christelijke Hollands Chineesche
School (C.H.C.S) menyambanginya.
Jadilah
mereka berdua berlari ke arah suara tersebut. Kepala sekolah Europeesche School berbekal lampu senter
besar berteriak, "maling!" dan "tulung!", sebagaimana
reportase surat kabar de Locomotief
(14 Maret 1939).
Perampok
yang ketahuan lari tunggang langgang melewati pintu belakang dan menerjang
kawat berduri dan melewati sekolah Schakel (sekolah transisi dari Volkschool ke
sekolah Eropa). Suara kentongan bertalu-talu membangunkan penduduk.
Malam
itu, di salah satu ruangan yang dibobol di mana terdapat brankas juga, di
sebuah meja terdapat selembar kain dan pulpen serta karet gelang. Polisi
berhasil meringkus pencuri yang terluka di kakinya kena sayatan pagar berduri.
Ternyata dia seorang tentara dari Bandung kelahiran Yogya (tidak disebutkan
kesatuannya).
Sabtu
siang ternyata Hollandsch Inlandsch School
(H.I.S) juga dilaporkan kemalingan dan kejadiannya pada malam yang sama.
Ternyata sang penjuri melakukannya di malam yang sama.
Rupanya,
sabtu siang itu salah satu pencuri tertangkap lagi. Rupanya ada dua pencuri.
Yang mengejutkan adalah pencuri yang tertangkap di sabtu siang ini adalah
pegawai sekolah (school bediende). Tidak disebutkan apakah dia seorang guru
karena ada perbedaan antara arbeider (pekerja kasar) dengan bediende (pekerja
pikiran).
Senin
sorenya si pegawai sekolah tersebut memberikan pengakuan bahwa dirinya diajak
kerjasama untuk merampok uang di brankas. Belum kesampaian, keburu ketahuan dan
dikejar kepala sekolah yang pemberani
Pegawai
sekolah ini ternyata mencuri di bawah ancaman jika tidak bekerjasama dirinya
akan dibunuh. Dari hasil interogasi keduanya ternyata mereka sudah terlibat
dalam 27 perampokkan sekolah di Jawa Tengah. Hmm...prestasi permalingan yang
luar biasa di era Hindia Belanda
Dari
27 sekolah itu, Hollandsch Inlandsch
School Kebumen sudah dibobol dua kali sementara Hollandsch Chineesche School dan Europeesche School Kebumen baru satu
kali serta dua sekolah di Gombong (tidak disebutkan nama sekolahnya) jadi
sasaran juga.
Terlepas
dari aksi perampokkan di atas, setidaknya kita mendapat pengetahuan perihal
situasi pendidikan dan lembaga sekolah yang ada di Kebumen tahun 1939 mulai
dari HIS, ELS, HCS, Schakel, Volkschool,
Ambachschool. Beberapa sekolah di
Kebumen dan Gombong yang sudah teridentifikasi dan diulas secara khusus dapat
membaca artikel-artikel di bawah ini
Hollandsch Chineesche School (H.C.S)
Kebumen Kala Masa - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2024/09/hollandsch-chineesche-school-hcs.html
Ambachtschool (Sekolah Pertukangan)
di Kebumen: Peran dan Kontribusinya Bagi Pembentukan Masyarakat Mandiri - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2023/07/ambachtsschool-sekolah-pertukangan-di.html
Sekolah Rakyat (Volkschool) dan
Situasi Pendidikan di Kebumen Tahun 1920-an - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/03/sekolah-rakyat-volkschool-dan-situasi.html
Christelijke Hollandsch Inlandsche School (C.H.I.S) dan Jejak Pendidikan Masa Kolonial di Gombong - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2022/12/christelijke-hollandsch-inlandsche.html
Meskipun
dalam surat kabar ini tidak disebutkan keberadaan sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (M.U.L.O) alias sekolah menengah
pertama pada zaman pemerintah kolonial, namun dalam surat kabar de Indische Courant (29 Juli 1937)
disebutkan keberadaan MULO di Kebumen dengan kepala sekolahnya H.J.Ritsma
(semula kepala sekolah MULO di Purwokerto). Selain itu di Kebumen sejak 1915
sudah ada Ambachtschool alias sekolah pertukangan.
Nah,
jika Hollandsch Chineesche School
(HCS) lokasinya terdeteksi di bangunan eks SMA Masehi (yang sekarang sudah
dirobohkan dan beredar kabar aka didirikan
bioskop) dan Ambachtschool lokasinya di SMP 7, maka ELS dan MULO yang belum
terdeteksi di mana lokasinya di masa kini.
Bangunan
SMP 1 di mana terdapat patung ganesha adalah bangunan Belanda. Ada yang pernah
mengatakan itu dulu eks MULO. Jika benar, dimanakah lokasi ELS berada di masa
kini? Ataukah sudah rata tanah dan berganti menjadi bangunan baru seperti nasib
Hotel Juliana yang sekarang menjadi Bank Jateng?
Masa
lalu kunci memahami masa kini. Hanya dengan memahami masa lalu secara
metodologis, kita akan tahu riwayat sebuah gedung tua di masa kini beserta
peristiwa-peristiwa pada kala masanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar