Minggu, 09 Februari 2020

ANTARA INVESTASI DAN KONSERVASI



Kota Kebumen bukan “Kota Tanpa Masa Lalu” (meminjam judul kumpulan essay Albert Camus). Di setiap nama kecamatan, desa, areal pekuburan, perbukitan, kawasan pantai, bangunan kuno yang tersisa menyimpan sejumlah kisah yang menarik yang pernah terjadi di era Perang Jawa (1825-1830).

Minggu, 26 Januari 2020

PANJER DAN PETA RAFFLES 1817

Peta 1817

Dalam artikel sebelumnya, saya mencoba melacak toponimi Panjer dan keterkaitannya dengan konteks sosio kultural, sebagai sebuah tanggapan terhadap sebuah artikel yang juga mencoba mengkaji perihal toponimi Panjer dari perspektif astronomis (Teguh Hindarto, Kajian Toponimi Pandjer Kebumen - https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2019/12/kajian-toponimi-pandjer-kebumen-sebuah.html)

Rabu, 22 Januari 2020

MENGENAI KATA "BINI"



Lukisan Wanita Solo Karya Basoeki Abdoelah - Pinterest.com

Dalam beberapa tulisan sebelumnya, penulis telah membuat ulasan sejumlah istilah yang sudah dikenal di era kolonial dan masih dipergunakan di masa kini sebagaimana dalam artikel, “Perkara ‘Mata Gelap’ di Cilacap Tahun 1932: Mempelajari Situasi Sosial dan Munculnya Istilah-Istilah Hasil Pertemuan Bahasa Belanda dan Melayu (Indonesia)” (https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com).

Selasa, 21 Januari 2020

Kamis, 02 Januari 2020

BENCANA ALAM DAN PEMAHAMAN POLA HISTORIS KEBENCANAAN


Hujan lebat mulai mengguyur dan banjir bandang mulai menggenangi kawasan perumahan dan areal pesawahan di sejumlah tempat di bulan Januari 2020 ini. Kewaspadaan dan antisipasi harus senantiasa dilakukan oleh semua pihak, walaupun terkadang semua upaya kerap tidak mampu menahan kekuatan alam dalam wujud hujan, badai, banjir dsj.

Senin, 30 Desember 2019

KAJIAN TOPONIMI PANDJER KEBUMEN: Sebuah Tanggapan Terhadap Artikel “Repihan Sejarah Sudut Nusantara berlatar Gerhana Sang Surya (1): Panjer”


Toponim atau dalam bahasa Inggris disebut Toponym, menurut Yacub Rais dkk. (Toponimi Indonesia: Sejarah Budaya Bangsa yang Panjang dari Permukiman Manusia dan Tertib Administrasi, 2008) diartikan secara harfiah sebagai nama tempat di muka bumi (“topos”, kata Yunani yang bermakna “tempat” atau “permukaan” seperti “topografi” adalah gambaran tentang permukaan atau tempat-tempat di bumi, dan “nym” dari “onyma” yang artinya “nama”). Dalam bahasa Indonesia, sering digunakan istilah “nama unsur geografi” atau “nama geografis” atau “nama rupa bumi”.

Kamonkarn dkk. membagi toponimi menjadi dua kategori besar, yaitu nama huni dan nama fitur. Nama huni merupakan nama yang menunjukkan suatu wilayah yang ditempati atau dihuni. Nama fitur merupakan nama yang mengacu pada alam atau karakteristik fisik suatu bentang lahan. Nama fitur diklasifikasikan menjadi hidronim (fitur air), oronim (fitur relief), dan tempat-tempat pertumbuhan vegetasi alami (Ilham Mashadi, Kajian Keterkaitan Toponim Terhadap Fenomena Geografis: Studi Kasus Toponim Desa Di Sebagian Kabupaten Batang, Jurnal Bumi Indonesia, 2014:3).

Minggu, 15 Desember 2019

PERKARA “MATA GELAP” DI CILACAP TAHUN 1932: MEMPELAJARI SITUASI SOSIAL DAN MUNCULNYA ISTILAH-ISTILAH HASIL PERTEMUAN BAHASA BELANDA DAN MELAYU (INDONESIA)


Setiap kota punya cerita di masa lalu. Bukan sekedar peristiwa-peristiwa heroik yang kemudian dicatat menjadi kisah bersejarah yang diingat dan dibanggakan sebagai sebuah monumen peringatan dalam pemikiran maupun secara fisik berupa bangunan penanda.