Film semalam dengan judul “A
Walk Among the Tombstone” (2014) yang dibintangi Liam Nesson sebagai pemeran
polisi bernama Matt Scudder yang dikejar rasa bersalah di masa silam, seolah
mempercepat artikel ini untuk diselesaikan. Adegan demi adegan di seputar
makam-makam orang Eropa semakin memotivasi penyelesaian tulisan ini. Bedanya,
jika Matt Scudder hendak mengungkap kematian misterius seorang perempuan,
penulis hendak mengisahkan tiga nama yang semula saat penulisan artikel ini
masih diselimuti kegelapan (2013) namun saat ini telah didapatkan sejumlah
titik terang (2019).
The Past is the Key to the Present - Masa Lalu Kunci Memahami Masa Kini (Cat: Jika Anda mengutip sebagian atau seluruhnya dari artikel di blog ini, dengan hormat silahkan dicantumkan pada artikel yang ditulis)
Senin, 13 Mei 2019
Kamis, 09 Mei 2019
ENG SIANG: Melacak Industri Rokok Klembak Menyan Kebumen Era Kolonial
Di masyarakat Jawa, tradisi merokok dapat
dilacak sudah menjadi kebiasaan raja-raja Jawa di era Mataram pada Abad XVII,
mulai dari Sultan Agung (1613-1645), Sunan Amangkurat I (1646-1677) serta Sunan
Paku Buwono (1668-1719). Selain kinang dan sirih serta buah-buahan yang menjadi
kebiasaan para raja Mataram menerima tamu khususnya pejabat VOC, demikian pula
rokok telah menjadi sebuah penyerta. Namun demikian istilah yang dipergunakan
belum menggunakan istilah rokok atau merokok melainkan “ses” atau “eses”
sebagaimana terlacak dalam Serat Centini yang diterbitkan tahun 1814 atas
perintah Sunan Paku Buwono V. Para raja menggunakan pipa untuk mengisap apa
yang kemudian diistilahkan dengan rokok.
ORANG YAHUDI DI GOMBONG ERA KOLONIAL
Sumber gambar:
commons.wikimedia.org/wiki/File:Pupillen_te_Gombong,_1898.jpg
Mendengar nama Yahudi, tentu
setiap orang akan memiliki sejumlah perspepsi tertentu dalam benak mereka
masing-masing. Persepsi tersebut dapat diperoleh melalui referensi tertulis –
entah yang bersifat positif ataupun negatif -
penjelasan lisan, percakapan umum, viralitas sosial media dll. Bahkan
ketika mendengar nama Yahudi, mungkin pula yng terbayang adalah sebuah nama
negara dan orang yang berada di wilayah yang jauh dari negeri Indonesia.
Kamis, 02 Mei 2019
ASTRAGUNA, SEBONGKAH KISAH DARI DESA PENIRON
Dalam
sebuah riset dan penelusuran untuk melakukan pendataan sejumlah potensi Geodiversity (keanekaragaman geologis), Culturaldiversity (keanekaragaman budaya), Biodiversity (keanekaragaman hayati)
di wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan Geopark Karangsambung Karangbolong,
Kebumen yang dilakukan oleh LIPI Karangsambung (dipimpin Ir. Chusni Ansori, M.T dkk), dimana penulis terlibat dalam
riset. Terdapat sebuah kisah tentang seorang bernama Eyang Astraguna, yang
belum begitu banyak diketahui masyarakat Kebumen.
Minggu, 07 April 2019
SITUS TALANGPATI, STRUKTUR MEGALITIK ATAU STRUKTUR CANDI? Sebuah Penelitian Awal
Situs
Talang Pati, demikianlah nama yang mengemuka di sejumlah
media sosial. Terletak di wilayah Dusun Kalipuru, Desa Pujotirto, Kecamatan
Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Pemberitaan bombastis seputar situs ini
dikaitkan dengan “struktur candi”, “penemuan arca”, “penemuan emas” dan
sejumlah artefak (Misteri Arca dan Emas Kuno yang Ditemukan Tak Sengaja di Kebumen,
liputan6.com).
Jumat, 05 April 2019
FOLKLORE SITUS KUNO LURAHKARSA DI DESA GIYANTI, ROWOKELE
Setiap desa yang berusia tua
selalu memiliki dua hal yaitu folklore dan situs keramat, entah dalam bentuk makam
punden/danyang desa maupun petilasan yang dianggap memiliki
kekuatan magis tertentu. Sebagaimana dikatakan oleh Koentjaraningrat yang
pernah melakukan riset di berbagai pedesaan di Jawa tahun akhir tahun 60-an
mengatakan bahwa dimakam para pendiri desa dan tjakal bakal, makam mereka akan menjadi pusat peribadatan
masyarakat sebagaimana dikatakan, “their
graves are frequently the centers of local public worship” (Tjelapar
dalam Village in Indonesia, 2007:168).
Rabu, 27 Maret 2019
MENIKMATI AROMA DILEM DI CURUG SINDARO
Perjalanan siang hari yang mendung dengan sensasi jalanan menanjak mengelok dan pemandangan alam berupa tebing batuan pasir dengan pepohonan pinus di atasnya dan barisan bukit mengawasi di kejauhan serta tegalan sawah warga menghampar di lembah, berakhir di sebuah lokasi wisata bernama Curug Sindaro. Diresmikan oleh Bupati Kebumen Bapak Yazid Mahfudz, 3 Maret 2019 lalu, curug yang terletak di Dukuh Kalikecot, Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung menawarkan wisata alam berupa air terjun dengan ketinggian sekitar 25-30 meter.
Langganan:
Postingan (Atom)






