Krakal adalah sebuah desa di kecamatan Alian, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Krakal berada di sebelah timur laut dari pusat Kabupaten Kebumen berjarak sekira 11 Km berkendara melalui Surotrunan. Desa Krakal juga merupakan pusat Kecamatan Alian. Desa Krakal memiliki luas wilayah 650 Hektar yang dihuni oleh sekitar 7.540 penduduk dalam 8 pedukuhan/dusun.
The Past is the Key to the Present - Masa Lalu Kunci Memahami Masa Kini (Cat: Jika Anda mengutip sebagian atau seluruhnya dari artikel di blog ini, dengan hormat silahkan dicantumkan pada artikel yang ditulis)
Selasa, 13 Juni 2017
Sabtu, 20 Mei 2017
SEBUAH CATATAN UNTUK PERTUNJUKKAN TEATRIKAL “KETIKA IBLIS MENIKAHI SEORANG PEREMPUAN” OLEH TEATER MARGIN
Menyenangkan dan menarik bisa melihat aksi teatrikal secara langsung yang disajikan oleh anak-anak muda Fakultas Ekonomi Unsoed yang tergabung dalam Teater Margin dengan judul, Ketika Iblis Menikahi Seorang Perempuan. Biasanya saya hanya menonton dari layar televisi atau membaca sejumlah laporan koran perihal berbagai laporan pementasan sebuah teater. Dengan melihat secara langsung sebuah pertunjukkan teater maka terjadi interaksi emosional dengan kisah dan tokoh yang dihadirkan. Apalagi jika didukung dengan penataan dan permainan cahaya serta iringan musik yang melatarbelakangi sebuah moment dalam setiap babak aksi teatrikal. Seluruh aksi pementasan yang sinergis dan maksimal baik dari segi permainan peran, efek pencahayaan serta iringin musik pasti akan menimbulkan kesan yang terus hidup dalam pikiran pemirsa sekalipun pertunjukkan tersebut telah usai. Inilah yang dalam bahasa Sosiologi Komunikasi diistilahkan dengan theater of mind (H.M. Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi di Masyarakat, 2006:177).
Senin, 08 Mei 2017
ROKOK KLEMBAK MENYAN GOMBONG: Potret Aktivitas Ekonomi Klasik dan Sejarah Publik
Dibalik
aneka ragam persaingan bisnis rokok nasional dan internasional serta regulasi
pemerintah yang membatasi dan melarang aktifitas merokok di ruangan publik yang
telah ditetapkan (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003 “Tentang Pengamanan
Rokok bagi Kesehatan” dan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 “Tentang Kesehatan”),
di pusat kota Gombong tepatnya Jl. St. Wonokriyo, aktifitas produksi rokok
lokal yang telah berdiri sejak tahun 1950 tetap bergeliyat.
Namanya
adalah Perusahaan Rokok Klembak Menyan “Sintren” yang dikelola oleh Edi
Hendrawanto. Perusahaan ini berjaya pada tahun 1950-an dan yang masih tetap
bertahan hingga hari ini di saat perusahaan lainnya telah gulung tikar. Diawali
dari pasangan suami istri The Tjoan
(Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati)yang memperoduksi rokok klembak
menyan merek “Sintren”, “Togog” dan “Bangjo”, usaha ini kemudian diteruskan
oleh 3 anak dari 9 anak keturunan The Tjoan atau Agus Subianto yaitu Budi
Susanto (mengelola rokok “Togog”) Edi Hartanto (mengelola rokok “Sintren”) dan Edi
Hendrawanto (mengelola rokok “Bangjo”).
Senin, 01 Mei 2017
MENYULING KOPI DENGAN BAMBU: Menikmati Cita Rasa Kopi Dengan Konsep Baru Ala Yuri Dulloh, Ambal Kebumen
Kopi,
sebagaimana tumbuhan lainnya memerlukan sejumlah prasyarat agar menghasilkan density atau kadar kekerasan biji kopi
yang diinginkan yaitu: Pertama, elevation
(ketinggian). Rata-rata kopi (baik Arabica
dan Robusta) mensyaratkan lokasi
ketinggian di perbukitan atau pegunungan untuk pertumbuhannya. Untuk Arabica membutuhkan tinggi 900-1800 dari
permukaan laut sementara Robusta di
bawa 900 meter. Kedua, iklim dan
curah hujan. Dikarenakan cahaya matahari langsung dan curah hujan secara
langsung kurang baik untuk pertumbuhan kopi maka diperlukan shade grown atau tanaman penaung agar
melindungi kopi dari cahaya matahari berlebihan. Ketiga, tanaman kopi membutuhkan temperatur yang sejuk yaitu
sekitar 16-18 Celcius. Keempat,
tanaman kopi membutuhkan unsur hara dalam tanah dalam jumlah yang maksimal.
Oleh karenanya tanah yang mengandung hara biasanya terkandung dari bahan-bahan
vulkanis, maka unsur itu hanya di dapat di daerah pegunungan. Kelima, perawatan yang meliputi
pemupukkan dari bahan-bahan organik ( 5 Syarat Budidaya Pohon Kopi –
ilmubarista.com). Namun persyaratan di atas khususnya bagian yang pertama yaitu
ketinggian tidak berlaku bagi Yuri Dulloh, pengusaha kopi dari daerah Pucangan,
Ambal yang sudah menekuni usahanya selama 10 tahun ini. Kopi yang diproduksi
dengan merek Yuam Roasted Coffe di
tanam di lokasi tanah datar yang jaraknya beberapa kilometer saja dari bibir
pantai. Dan hasilnya tidak kalah baik dibandingkan jenis kopi yang ditanam di
dataran tinggi bahkan memiliki sejumlah karakteristik khas yang tidak didapati
di daerah lainnya.
Minggu, 05 Februari 2017
WISATA BERBASIS POTENSI GEOLOGI
Resensi dan Catatan Kritis Buku “Panduan Geowisata: Menelusuri Jejak Dinamika Bumi Pada Rangkaian Pegunungan Serayu Dan Pantai Selatan Jawa”, Karya Chusni Ansori dkk
Ada banyak kegiatan wisata yang dikembangkan baik oleh pemerintahan daerah maupun komunitas dengan mendasarkan pada kekuatan potensial yang dapat dijadikan nilai jual yang bersifat kontributif secara ekonomi. Berbagai kekuatan potensial yang dijadikan nilai jual dalam kegiatan wisata bisa berbasis pada keindahan alam dan konservasi lingkungan (ekowisata) serta industri pertanian (agrowisata), bangunan peninggalan bersejarah (wisata sejarah), situs-situs purbakala dll. Namun wisata berbasis potensi geologis belum banyak digalakkan dan dikelola secara maksimal. Untuk alasan itulah, Ir. Chusni Ansori, M.T., seorang Peneliti Utama Bidang Geologi, LIPI Karangsambung Kebumen bersama rekan-rekannya membuat buku dengan judul Panduan Geowisata: Menelusuri Jejak Dinamika Bumi Pada Rangkaian Pegunungan Serayu Dan Pantai Selatan Jawa diterbitkan oleh LIPI Press 2016 dengan tebal 157 halaman.
Kamis, 02 Februari 2017
MENCARI HARI JADI: PERLUKAH MEREVISI HARI JADI KEBUMEN
Beberapa waktu lalu, koran Kebumen Ekspres memberikan pernyataan perihal peringatan hari jadi Kebumen ke-81 yang jatuh pada tanggal 1 januari 2017 merupakan yang terakhir kalinya sebagaimana dikatakan mengutip pernyataan Sekda Adi Pandoyo, “Peringatan hari jadi ke-81 pada 1 Januari 2017 merupakan yang terakhir kali. Sebab, saat ini sedang dilakukan peninjauan perubahan peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 1990. Setelah dilakukan peninjauan ulang hari jadi Kebumen disepakati umur Kebumen akan lebih tua yakni pada 22 Agustus 1831. 'Ke depan, hari jadi Kebumen akan diperingati setiap 22 Agustus', ujar Adi Pandoyo”(Kebumen Ekspres, 17 Desember 2016). Pernyataan ini merujuk pada hasil Seminar Hasil Penelitian Hari Jadi Kebumen yang diselenggarakan tanggal 1 Desember 2016 lalu dimana penyebutan nama Kebumen baru muncul pada tahun 1832 yang tertulis dalam Almanak en Nanreeregister Neerrlandsch Indie sebagaimana diatakan, “Peneliti Pusat Studi Kebudayaan UGM, Danang Indra Prayuda, menyampaikan diketahuinya penyebutan pertama kali nama Kebumen setelah pihaknya melacak pada catatan Belanda. 'Sumber yang mencatat keberadan Kebumen untuk pertama kalinya adalah "Almanak en Nanreeregister Neerrlandsch Indie" tahun 1832', kata Danang, pada seminar hasil penelitian hari jadi Kabupaten Kebumen, di ruang rapat Sekretariat Daerah (Setda)Kebumen, kemarin” (Kebumen Ekspres, 2 Desember 2016).
Selasa, 31 Januari 2017
EKSISTENSI TIONGHOA DI KEBUMEN: MELACAK JEJAK TAN PENG NIO
Keberadaan etnis Tionghoa telah lama masuk ke Nusantara sekitar Abad 4 Ms. Ini dapat dilacak dari sejumlah catatan bersejarah yang ditulis oleh para rohaniawan Tionghoa yang berkunjung ke Jawa dan Sriwijaya. Prof. Slamet Mulyana menuliskan fakta sejarah dengan menyebutkan beberapa nama seperti Fa Hien yang menuliskan perjalanan ziarahnya antara tahun 399 sampai 414 dengan judul Fahueki. Kemudian rohaniawan I Tsing yang mengunjungi Sriwijaya pada tahun 671 dan menuliskan buku sejarahnya dengan judul Nan-hai-chi-kuei-naifa-chuan dan Ta-t’ang-si-yu-ku-fa-kao-seng-chuan. Kemudian pada ekspedisi pertama laksamana Ceng Ho tahun 1405 singgah di bandar Samudra Pasai hingga menimbulkan hubungan baik antara Tiongkok dan Samudra Pasai dan menarik para saudagar Tiongkok datang ke Pasai. Bahkan dalam kajiannya yang kontroversial Prof Slamet Mulyanan mengidentifikasi bahwa beberapa dari anggota Wali Songo serta pemimpin Demak berdarah Tionghoa (Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara, 2013:1-99).
Langganan:
Postingan (Atom)






