Senin, 10 Desember 2018

URBAN FOOD DENGAN SUASANA KLASIK DAN HISTORIS


“Kopi, bukan sekedar minuman biasa tapi ajakkan untuk hidup!”, demikian ungkapan puitis Diego Valdez (seorang pemilik perkebunan kopi di Colombia yang bersikap konservatif terhadap modernisasi kopi) kepada Zoe Walker (ilmuwan makanan yang telah dikirim ke Colombia untuk mendesain cita rasa kopi yang menarik bagi generasi milenial dan bekerja untuk Star Kreme) dalam film romansa Cup of Love. Dalam penggalan percakapan sebuah film berbahasa Indonesia berjudul Filosofi Kopi, dengan tema kopi berbalut romansa kita mendengar ungkapan, “Setiap karakter dan arti kehidupan dapat kita temukan dalam secangkir kopi. Selama ada yang namanya kopi, orang-orang dapat menemukan dirinya di sini”.

Sabtu, 03 November 2018

DARI ARGOPENI KE SRATI: INTERPRETASI PENEMUAN KOIN KUNO DAN PELURU HINGGA KUBURAN KUNO


Siang itu penulis mengunjungi untuk kesekian kali lokasi bekas peninggalan Jepang di bukit Gajah, Argopeni, Kebumen yaitu sebuah bangunan yang tersebar di beberapa titik yang jumlahnya ada sembilan.


Kamis, 01 November 2018

MELACAK JEJAK TIGA NISAN DI KARANGDUREN GOMBONG


Pagi itu, penulis memenuhi ajakkan Pak Sigit Asmodiwongso (Kepala Rumah Martha Tilaar, Gombong) untuk melakukan sebuah penelusuran terhadap kawasan pekuburan umum Karangduren, Desa Keputihan, Kecamatan Gombong.

Di areal pekuburan umum tersebut ada satu rumah besar kuno yang menjadi kawasan pekuburan keluarga yang di dalamnya ada tiga nisan besar dan di sekitarnya ada beberapa nisan beberapa anggota keluarga lainnya. Di selatan rumah besar berisikkan tiga nisan besar, beberapa ratus meter dari rel kereta api, ada areal pemakaman keluarga yang di tembok dan agak rapat dipenuhi makam keluarga yang nampaknya masih terhubung dengan nisan yang berada di rumah besar kuno tersebut.

Sabtu, 20 Oktober 2018

PERCAKAPAN SEJARAH YANG RENYAH DALAM MEMOAR "ANAK KOLONG"


Bedah Buku "Anak Kolong" di Gedung Teater Perpusda Kebumen

Introduksi

Tahun 2017 saya berkesempatan untuk menuliskan review novel “Anak Kolong” karya Yan Lubis di Museum Rumah Martha Tilaar. Tahun 2018 kembali membuat review buku yang sama dengan penerbit yang berbeda. Jika buku pertama diterbitkan Aksara Buana maka saat ini beralih oleh Yayasan Obor.

            Tidak ada perubahan signifikan pada isi buku karena jumlah bab masih tetap ditutup hingga delapan bab. Hanya ada satu penambahan sub bab pada Bab V dengan judul Sandyakaling Dul Ayam dan perubahan nama judul dalam sub bab yang semula berjudul Ayam dan Bromocorah Papringan berganti menjadi Para Bromocorah di Papringan dan judul Pesta Lebaran di Papringan berubah menjadi Pesta Lebaran di Wonopringgo.

Rabu, 05 September 2018

KAWASAN SUDAGARAN DAN RUMAH TUA SAKSI BISU PERUBAHAN ZAMAN


Sejak lama jika melewati kawasan Jl. Ranggawarsita, penulis tertarik dengan sebuah bangunan tua yang hanya terlihat atap dan dindingnya yang tinggi dengan corak bangunan kolonial serta warna kusam namun tertutupi oleh sejumlah warung di tepian jalan

Minggu, 12 Agustus 2018

PANJAT PINANG DAN KESADARAN HISTORIS KITA

sumber: komunitashistoria.com

Telah lama digulirkan oleh sejumlah orang baik yang mengatasnamakan sejarawan dan budayawan, melalui media sosial on line khususnya yang menyampaikan sebuah opini bahwa lomba panjat pinang sudah seharusnya ditinggalkan oleh masyarakat kita. Di beberapa daerah kita telah melihat kemanjuran opini dan ajakkan ini karena lomba ini telah menghilang dari ingatan dan kebiasaan menjelang peringatan 17 Agustus.

Minggu, 29 Juli 2018

UNTOLD STORY AND RETHINKING ISRAEL AND PALESTINE


Sebuah Catatan dan Ulasan General Lecture (Mirjam Lucking)

Di Pondok Pesantren Al Kahfi, Somalangu, Kebumen


Ada yang menarik pagi itu (27 Juli 2018) saat untuk pertama kali memasuki kawasan kompleks Pondok Pesantren Al Kahfi, Somalangu, Kebumen. Tentu selain nama besar pesantren yang berkaitan dengan sejarah keberadaannya yang sangat tua (mesjidnya konon telah berdiri sebelum mesjid Demak) dan peristiwa-peristiwa ketengangan di tahun 1950-an di masa pembentukkan nation Indonesia, ini adalah langkah pertama memasuki areal kompleks pesantren yang luas tersebut. Bukan untuk menjadi pembicara melainkan menghadiri sebuah general lecture (kuliah umum) dengan menghadirkan Mirjam Lucking dari Hebrew University, Jerusalem.