Dalam rangka memperingati 50 tahun kehadiran dan karya keilmuan LIPI, maka LIPI Karangsambung mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa didik dari tingkat SD, SMP hingga SMU bahkan umum, untuk memeriahkan perayaan tersebut. Berbagai kegiatan dan lomba tersebut al., Lomba Fotografi yang diikuti 75 peserta umum dan Lomba Gambar diikuti 86 pelajar SD/MI dan Lomba Debat diikuti 12 SMP/MTs dan Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diikuti 42 makalah tingkat SMA/SMK.
The Past is the Key to the Present - Masa Lalu Kunci Memahami Masa Kini
Kamis, 07 September 2017
Selasa, 08 Agustus 2017
PAMERAN FOTO GOMBONG TEMPOE DOELOE DAN PENTINGNYA SEJARAH PUBLIK: Sebuah Catatan Dari Kegiatan People’s History of Gombong
Jika berbicara mengenai sejarah Kebumen khususnya Gombong dalam foto, maka kita tidak akan menemukan apa yang kita cari secara memuaskan. Jika membuka mesin pencari Google dengan kata kunci “Kebumen Tempo Dulu” atau “Gombong Tempo Dulu”, sudah lumayan banyak informasi yang kita dapatkan perihal foto-foto masa lalu Kebumen khususya di periode kolonial. Kondisi berbeda saat tahun 2000 dimana internet dan sosial media belum booming seperti saat ini. Namun demikian foto-foto yang dipublikasikan oleh website lokal di Kebumen tersebut lebih memperlihatkan aktifitas kolonial di lokasi-lokasi tertentu (aktifitas pejabat Belanda di tempat wisata dll) ataupun gedung serta bangunan hasil buatan kolonial (terowongan Ijo, jembatan Luk Ulo, pabrik minyak Mexolie, dll) dan foto-foto tersebut hasil mendownload dari situs-situs sejarah di Belanda. Namun hasil foto-foto yang dibuat oleh warga Kebumen atau Gombong di era kolonial masih begitu minim. Kondisi serupa nampaknya tidak jauh berbeda saat kita mencari foto-foto tempo dulu di kantor Arsip Daerah yang ternyata masih belum terkoleksi dengan baik. Kalaupun tersedia hanya beberapa saja yaitu profil Adipati Arungbinang, Pabrik Mexolie, Gedung Asisten Residen Kebumen dan beberapa lainnya yang lebih mempotret aktifitas militer di era kolonial Belanda.
Selasa, 11 Juli 2017
ALUN-ALUN DAN EKSPRESI PERILAKU SOSIAL KEBUDAYAAN MASYARAKAT
Dengan
menggunakan definisi deskriptif, istilah “Alun-alun” dalam konteks modern yaitu
sebuah ruang terbuka dan luas yang ditandai sejumlah elemen-elemen berikut yang
ada disekelilingnya yaitu keberadaan pohon beringin di tengah lapangan luas,
gedung pusat pemerintahan baik eksekutif dan legislatif serta tempat
peribadatan (masjid) di sekitar alun-alun.
Alun-Alun
Sebagai Ruang Material: Aspek Historis dan Sosiologis
Alun-alun
sebagai salah satu ruang publik terbuka memiliki sifat historis dan sosiologis.
Sifat historis dimaksudkan keberadaan alun-alun telah
tercatat sejak zaman raja-raja memerintah di Nusantara dan nampaknya merupakan
salah satu warisan struktur ruang dari zaman aristokrasi untuk era demokrasi di
Indonesia khususnya Jawa.
Selasa, 13 Juni 2017
PEMANDIAN AIR PANAS KRAKAL DI ERA KOLONIAL: WEISBADEN DI HINDIA
Krakal adalah sebuah desa di kecamatan Alian, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Krakal berada di sebelah timur laut dari pusat Kabupaten Kebumen berjarak sekira 11 Km berkendara melalui Surotrunan. Desa Krakal juga merupakan pusat Kecamatan Alian. Desa Krakal memiliki luas wilayah 650 Hektar yang dihuni oleh sekitar 7.540 penduduk dalam 8 pedukuhan/dusun.
Sabtu, 20 Mei 2017
SEBUAH CATATAN UNTUK PERTUNJUKKAN TEATRIKAL “KETIKA IBLIS MENIKAHI SEORANG PEREMPUAN” OLEH TEATER MARGIN
Menyenangkan dan menarik bisa melihat aksi teatrikal secara langsung yang disajikan oleh anak-anak muda Fakultas Ekonomi Unsoed yang tergabung dalam Teater Margin dengan judul, Ketika Iblis Menikahi Seorang Perempuan. Biasanya saya hanya menonton dari layar televisi atau membaca sejumlah laporan koran perihal berbagai laporan pementasan sebuah teater. Dengan melihat secara langsung sebuah pertunjukkan teater maka terjadi interaksi emosional dengan kisah dan tokoh yang dihadirkan. Apalagi jika didukung dengan penataan dan permainan cahaya serta iringan musik yang melatarbelakangi sebuah moment dalam setiap babak aksi teatrikal. Seluruh aksi pementasan yang sinergis dan maksimal baik dari segi permainan peran, efek pencahayaan serta iringin musik pasti akan menimbulkan kesan yang terus hidup dalam pikiran pemirsa sekalipun pertunjukkan tersebut telah usai. Inilah yang dalam bahasa Sosiologi Komunikasi diistilahkan dengan theater of mind (H.M. Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi di Masyarakat, 2006:177).
Senin, 08 Mei 2017
ROKOK KLEMBAK MENYAN GOMBONG: Potret Aktivitas Ekonomi Klasik dan Sejarah Publik
Dibalik
aneka ragam persaingan bisnis rokok nasional dan internasional serta regulasi
pemerintah yang membatasi dan melarang aktifitas merokok di ruangan publik yang
telah ditetapkan (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003 “Tentang Pengamanan
Rokok bagi Kesehatan” dan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 “Tentang Kesehatan”),
di pusat kota Gombong tepatnya Jl. St. Wonokriyo, aktifitas produksi rokok
lokal yang telah berdiri sejak tahun 1950 tetap bergeliyat.
Namanya
adalah Perusahaan Rokok Klembak Menyan “Sintren” yang dikelola oleh Edi
Hendrawanto. Perusahaan ini berjaya pada tahun 1950-an dan yang masih tetap
bertahan hingga hari ini di saat perusahaan lainnya telah gulung tikar. Diawali
dari pasangan suami istri The Tjoan
(Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati)yang memperoduksi rokok klembak
menyan merek “Sintren”, “Togog” dan “Bangjo”, usaha ini kemudian diteruskan
oleh 3 anak dari 9 anak keturunan The Tjoan atau Agus Subianto yaitu Budi
Susanto (mengelola rokok “Togog”) Edi Hartanto (mengelola rokok “Sintren”) dan Edi
Hendrawanto (mengelola rokok “Bangjo”).
Senin, 01 Mei 2017
MENYULING KOPI DENGAN BAMBU: Menikmati Cita Rasa Kopi Dengan Konsep Baru Ala Yuri Dulloh, Ambal Kebumen
Kopi,
sebagaimana tumbuhan lainnya memerlukan sejumlah prasyarat agar menghasilkan density atau kadar kekerasan biji kopi
yang diinginkan yaitu: Pertama, elevation
(ketinggian). Rata-rata kopi (baik Arabica
dan Robusta) mensyaratkan lokasi
ketinggian di perbukitan atau pegunungan untuk pertumbuhannya. Untuk Arabica membutuhkan tinggi 900-1800 dari
permukaan laut sementara Robusta di
bawa 900 meter. Kedua, iklim dan
curah hujan. Dikarenakan cahaya matahari langsung dan curah hujan secara
langsung kurang baik untuk pertumbuhan kopi maka diperlukan shade grown atau tanaman penaung agar
melindungi kopi dari cahaya matahari berlebihan. Ketiga, tanaman kopi membutuhkan temperatur yang sejuk yaitu
sekitar 16-18 Celcius. Keempat,
tanaman kopi membutuhkan unsur hara dalam tanah dalam jumlah yang maksimal.
Oleh karenanya tanah yang mengandung hara biasanya terkandung dari bahan-bahan
vulkanis, maka unsur itu hanya di dapat di daerah pegunungan. Kelima, perawatan yang meliputi
pemupukkan dari bahan-bahan organik ( 5 Syarat Budidaya Pohon Kopi –
ilmubarista.com). Namun persyaratan di atas khususnya bagian yang pertama yaitu
ketinggian tidak berlaku bagi Yuri Dulloh, pengusaha kopi dari daerah Pucangan,
Ambal yang sudah menekuni usahanya selama 10 tahun ini. Kopi yang diproduksi
dengan merek Yuam Roasted Coffe di
tanam di lokasi tanah datar yang jaraknya beberapa kilometer saja dari bibir
pantai. Dan hasilnya tidak kalah baik dibandingkan jenis kopi yang ditanam di
dataran tinggi bahkan memiliki sejumlah karakteristik khas yang tidak didapati
di daerah lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)






