Selasa, 08 Mei 2018

JEJAK PERBENTURAN TRANSPORTASI KONVENSIONAL DAN MODERN DI ERA 1950-AN DI KEBUMEN


Kita masih teringat dengan perselisihan antara tukang beca dengan sopir taksi on line di pool Bis Damri beberapa waktu bukan? (Pengemudi Ojol Cekcok dengan Tukang Becak Gara-gara Berebut Penumpang - http://www.kebumenekspres.com/2018/02/pengemudi-ojol-cekcok-dengan-tukang.html). Demikian pula dengan demontrasi yang digelar beberapa waktu lalu di Karanganyar perihal penolakan sejumlah tukang beca terhadap dinamika era digital yang membentuk perubahan perilaku transportasi menjadi transportasi on line berbasis aplikasi (Gelar Demo, Sopir dan Tukang Becak Karanganyar Tolak Transportasi Online -http://www.kebumenekspres.com/2018/04/gelar-demo-sopir-dan-tukang-becak.html)?

Kamis, 22 Maret 2018

MENGAKHIRI STIGMA TERHADAP TIONGHOA


Disampaikan dalam acara Launching dan Bedah Buku “Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia”,  
Gusdurian Kebumen, Klenteng Tridharma 22 Maret 2018


Stigma dan Identitas Sosial

Istilah-istilah berikut yaitu orang asing, orang aneh, orang berbahaya, orang sesat, merupakan istilah yang digunakan untuk menciptakan jarak antar kelompok orang, untuk menciptakan “yang lain” (the other) dan semua julukkan atau istilah di atas adalah penanda sebuah stigma. Secara umum, istilah adalah atribut yang mendiskreditkan atau tanda aib yang membuat orang lain melihat kita sebagai tidak dapat dipercaya, tercemar, tidak kompeten dll. Oleh karena itu, stigma adalah gagasan yang dibangun secara sosial tentang penerimaan sosial berdasarkan identitas dan asosiasi.

Selasa, 13 Maret 2018

PEMBUNUHAN DAN PATOLOGI SOSIAL DI SEKITAR KITA


Peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi tanggal 9 Maret lalu di Buluspesantren dimana seorang anak kedapatan membacok leher hingga putus dan menewaskan ibu kandungnya sendiri hanya dikarenakkan tidak memberikkan uang Rp. 500.000 sebagaimana yang diinginkan si pembunuh, mengingatkan peristiwa satu tahun silam (9 Agustus 2017) di Adimulyo, perihal terbunuhnya seorang guru yang sedang bertamu oleh seseorang yang kedapatan mengalami gangguan kejiwaan. Beberapa tahun sebelumnya seseorang di Ambal mengalami kematian karena sabetan kampak tetangganya yang tengah kumat gangguan kejiwaannya (3 Oktober 2011). Sekalipun tidak sampai menimbulkan kematian, namun peristiwa pembacokkan terhadap dua orang di Bonorowo (12 Januari 2017) kembali melibatkan terdakwa seorang yang mengalami gangguan jiwa.

Sabtu, 10 Maret 2018

MEMBACA PERSOALAN SOSIAL DENGAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI


Catatan dan Ulasan Buku, “ Kajian Analisis Sosial
Dengan Pendekatan Konsep Teori Tokoh Sosiologi Indonesia”

Disampaikan dalam Acara Bedah Buku dan Diskusi Tematik: Sosiologi Indonesia
oleh Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Kebumen, 
10 Maret 2018 di SMP 7 Kebumen


Dalam kehidupan sosial kita bukan hanya menemui ketertiban sosial namun juga akan menemui sejumlah fenomena sosial, gerak perubahan sosial serta berbagai persoalan sosial. Baik ketertiban sosial, fenomena sosial, perubahan sosial, maupun persoalan-persoalan sosial menjadi obyek pengkajian salah satu ilmu sosial yaitu Sosiologi.
 

Rabu, 07 Februari 2018

MEMBACA TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI KEBUMEN

Koran Kebumen Ekspres kembali menyoroti angka perceraian yang tinggi di Kabupaten Kebumen. Jika di tahun 2016 mencapai 2.628 kasus maka di tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 2.736 kasus. Menariknya, kasus perceraian didominasi oleh pihak perempuan yang melakukan gugatan cerai dengan variasi penyebab gugatan (KE 6 Feb 2017).

Kamis, 01 Februari 2018

DISTORSI TOKOH "NYAI" DALAM PENTAS "NYAI RASMI"

Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer merupakan bagian pertama dari Tetralogi Pulau Buru-nya. Keempat buku tersebut adalah (disertai tahun penerbitan dan pelarangan; semuanya diterbitkan Hasta Mitra) meliputi: Bumi Manusia (1980; 1981), Anak Semua Bangsa (1981; 1981), Jejak Langkah (1985; 1985), Rumah Kaca (1988; 1988). Novel ini mengisahkan tokoh utamanya yang bernama Minke seorang anak bupati di wilayah Jawa Tengah yang sekaligus siswa sekolah HBS (Hogere Burgerschool disingkat HBS adalah pendidikan menengah umum pada zaman Hindia Belanda untuk orang Belanda, Eropa atau elite pribumi). Selain sebagai siswa HBS, Minke kerap membuat cerita-cerita pendek yang dimuat di Koran S.N.v/d D dengan nama samaran Max Tollenar. Pertemanannya dengan Robert Shurhoof yang mengantarkan Minke mengenal seorang gadis bernama Annelies dan kakaknya bernama Robert Melema putri seorang Belanda bernama Mellema dan gundiknya bernama Nyai Ontosoroh. Nyai Ontosoroh sendiri sebermula bernama Sanikem. Dikarenakan dipercayakan mengelola Boerderij Buitenzorg di Wonokromo dan masyarakat pribumi Jawa tidak bisa mengeja dengan baik nama perusahaan tersebut, jadilah nama Ontosoroh untuk menamai Sang Nyai.

Rabu, 17 Januari 2018

ARCA GANESHA DI KEJAWANG


Nama Desa Kejawang memiliki kedudukkan historis yang dikaitkan dengan eksistensi Pangeran Diponegoro, dimana beberapa hari sebelum Pangeran Diponegoro melakukan perundingan di Magelang, dua desa yaitu Remo Kamal dan Kejawang menjadi tempat persinggahan sementara. Ravie Ananda dalam artikelnya, Kejawang-Karangsari, Keping Penutup Perang Dipanegara menyebutkan perihal Kejawang sbb, “Sebuah tempat di puncak gunung Tambaksari (kini Desa Kejawang kec. Sruweng) selama hampir 1,5 tahun menjadi tempat tinggal dan markas Pangeran Dipanegara. Dari tempat ini lah beliau mengatur strategi  peperangan  di wilayah Bagelen dan sekitarnya sehingga Pangeran Dipanegara dikenal sebagai Sultan van Kejawang” (1).