Di era kolonial, sebelum pasar Tumenggungan dibangun, sudah teridentifikasi sejumlah pasar di wilayah Kebumen al., Pasar Dorowati yang dibangun dengan menghabiskan biaya 10.860 florin pada tahun 1926. Pasar Petanahan dibangun dengan menghabiskan biaya 32.600 florin dan Pasar Kritik dibangun tahun 1920.
Surat Kabar De Locomotief (14 Desember 1925) melaporkan sejumlah proyek pembangunan pasar al., Pasar Kaliwiro (dengan biaya 13.600 florin), Pasar Krendetan (dengan biaya 18.500 florin), Pasar Ambal (dengan biaya 17.870 florin), Pasar Endrokilo (dengan biaya 7.400 florin).
Pasar Tumenggungan di Kebumen dibangun tahun 1927 dibangun oleh firma Kleiverda and Co dari Semarang (Teguh Hindarto, Bukan Kota Tanpa Masa Lalu: Dinamika Sosial Ekonomi Kebumen Era Arung Binang VII, 2020:157-158)
Dalam artikel ini diperlihatkan sebuah pemandangan di Pasar Kebumen tahun 1933. Ada tiang listrik (Kebumen dialiri listrik tahun 1928. Silahkan membaca tulisan saya di tautan berikut: Teguh Hindarto, Kapan Jaringan Listrik Masuk Kebumen? http://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com/2020/12/de-electrische-straatverlichting-lampu.html?m=1), ada dos a dos alias dokar dan ada auto (mobil) yang sedang diparkir bahkan ada spanduk yang dipasang di tepian jalan.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusYang terbaru hasil penelusuran saya, Pak Teguh, berdasarkan catatan kolonial Belanda, pasar ini mulai beroperasi pada awal Agustus 1919. Informasi tersebut tercantum dalam surat kabar "De Locomotief" edisi 15 Agustus 1919 dan 4 Desember 1919. Kedua artikel tersebut menjelaskan bahwa pasar ini saat itu masih disebut sebagai "pasar baru", yang dibangun untuk menggantikan pasar lama yang telah berdiri sekitar 80 tahun di tengah permukiman Tionghoa.
BalasHapusBagaimana dapat diketahui bahwa pasar baru yang dimaksud adalah Pasar Tumenggungan saat ini? Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa lokasi pasar baru berada di seberang jalan utama menuju Kutoarjo dan di sebelah utara permukiman Tionghoa. Keterangan lokasi tersebut sesuai dengan letak Pasar Tumenggungan sekarang.
Adapun lokasi pasar lama yang berada di tengah permukiman Tionghoa diperkirakan berada di kawasan yang kini dikenal sebagai Gang Mangga. Sebab orang tua dahulu menyebut kawasan tersebut sebagai Pasar Rabuk.
Nama "Tumenggungan" sendiri sebagai nama pasar baru dapat ditelusuri penggunaannya setidaknya sejak tahun 1926, sebagaimana tercantum dalam surat kabar "De Locomotief" edisi 3 Maret 1926.
Kiranya dapat memberikan informasi tambahan 🙏🏼
Good job mas Setyo. Informasi berharga yang dapat menambah lengkap terkait genealogi Pasar Tumenggungan
Hapus